Koma.id | Cirebon – Kemacetan panjang hingga 4 kilometer mewarnai jalur arteri Pantura di Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat siang (04/04/25). Ribuan kendaraan roda dua dan roda empat terjebak di persimpangan empat lampu merah Jalur Arteri Pemuda.
Kendaraan hanya mampu bergerak dengan kecepatan di bawah 10 kilometer per jam akibat lamanya durasi lampu merah di titik tersebut. Volume kendaraan yang terus meningkat sejak pagi menjadi penyebab utama padatnya arus lalu lintas.
Kondisi ini diperparah dengan operasional angkutan umum yang menambah kepadatan di jalan. Menurut data Dinas Perhubungan Kota Cirebon, sejak Jumat dini hari hingga pukul 13.00 WIB, sebanyak 27.685 kendaraan roda dua melintasi jalur ini.
Kondisi ini tak terhindarkan karena gelombang pemudik dari Jawa Tengah yang menuju Jakarta dan Bandung terus berdatangan. Diperkirakan, arus kendaraan akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada 6 dan 7 April mendatang.

Ansori, salah satu pengendara motor, mengeluhkan kondisi jalan yang sangat padat. “Kemacetan semakin parah, apalagi saat hujan turun. Jarang pandang terganggu dan membuat perjalanan semakin melelahkan,” ujarnya.
Cuaca di Kota Cirebon yang diguyur hujan sejak pagi juga menjadi tantangan tambahan. Kondisi ini mengurangi jarak pandang pengendara dan meningkatkan risiko di jalan. Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk tetap waspada, mematuhi rambu lalu lintas, dan menjaga keselamatan selama perjalanan.
Puncak arus balik Lebaran menjadi tantangan besar bagi para pemudik. Namun, dengan antisipasi yang baik dan kesabaran, perjalanan panjang ini diharapkan tetap aman dan lancar.








