Koma.id– Insiden pengiriman paket berisi kepala babi ke kantor redaksi Tempo terus menjadi sorotan. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, menilai kejadian ini tidak perlu dibesar-besarkan agar tidak menyebarkan ketakutan. Ia menegaskan, ketakutan itulah yang menjadi target utama peneror.
Hasan juga menjelaskan bahwa tanggapannya yang meminta Fransisca memasak isi dari paket tersebut merupakan respons untuk menggagalkan tujuan peneror dalam menebar ketakutan kepada media dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa Tempo dapat meminta bantuan TNI untuk mendukung Polri dalam mengungkap pelaku di balik teror ini.
Di sisi lain, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah turun langsung ke lokasi. Wakil Ketua Komnas HAM, Abdul Haris Semendawai, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara di kantor Tempo, Jalan Palmerah Barat, Jakarta, pada Selasa, 25 Maret 2025.
Langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan memastikan adanya tindak lanjut terhadap aksi teror yang mengancam kebebasan pers.
Hingga saat ini, aparat masih menyelidiki pelaku di balik pengiriman paket kepala babi dan bangkai tikus tersebut.







