Koma.id, Jakarta – Netizen masih ramai menyikapi pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang mengatakan tim pemenangan di daerah melaporkan sejumlah bentuk intervensi dan intimidasi yang dilakukan Partai Coklat pada beberapa wilayah strategis di Pilkada 2024.
Menurut dia, para jagoan dari partai berlambang kepala banteng tersebut yang berada pada wilayah Pilkada non-strategis berhasil meraih kemenangan tanpa menghadapi hambatan.
Hal ini merujuk pada Pilkada Bali, Pilkada Sulawesi Utara, Pilkada Kalimantan Barat, Pilkada Nusa Tenggara Timur, Pilkada Riau, dan Pilkada Papua Selatan.
Merespons pernyataan Hasto, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menegaskan bahwa penyebutan partai baju coklat identik dengan kepolisian, sehingga terkesan ada agenda setting tertentu dari pernyataan dimaksud.
Menurut dia ada agenda setting terselubung untuk membangun opini untuk tujuan downgread (merendahkan) citra kepolisian di tengah masyarakat. Dia menilai dugaan keterlibatan kepolisian secara masif memenangkan calon kepala daerah tertentu tidak berdasar.










