KOMA.ID, JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid mengatakan bahwa aksi-aksi demonstrasi yang ditujukan untuk menyambut berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi rentan disusupi kepentingan asing.
Hal ini disampaikan Habib Syakur saat ditanya tentang responsnya terhadap rencana aksi unjuk rasa Mahasiswa yang tergabung dalam Kongres Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (KMPI) di Gedung DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat pada hari Selasa (8/10) hari ini.
“Saya kira patut diwaspadai ketika ada aksi-aksi yang dilakukan, bisa jadi bukan netralitas dan rentan disusupi kepentingan asing. Saya tidak menuduh, tapi ini harus menjadi perhatian kita,” kata Habib Syakur kapada wartawan hari ini.
Frans Freddy Soroti Kericuhan Diskusi di UGM: Kampus Harus Jadi Arena Adu Gagasan, Bukan Adu Emosi
Apalagi jika merespons kegiatan maraton diskusi dan silaturrahmi yang diselenggarakan sejumlah kalangan seperti Din Syamsuddin, Amien Rais dan sejumlah tokoh oposisi lainnya. Di mana mereka menargetkan untuk mengganggu berakhirnya masa jabatan Joko Widodo sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024.
Karena narasi yang muncul dari kalangan Mahasiswa dan sejumlah tokoh tersebut sama, sehingga ia pun menaruh kecurigaan bahwa agenda Mahasiswa tersebut merupakan satu komando jaringan yang sama.
Ghilman Hanif Ingatkan Kritik Mahasiswa Harus Jadi Bahan Evaluasi, Bukan Ancaman bagi Pemerintah
“Presiden Jokowi mau selesai masa jabatannya. Tapi coba diganggu. Kemarin pas masih menjabat lama sebelum Pilpres dirongrong untuk mundur. Ini maksudnya apa, tujuannya apa, motifnya apa mereka itu,” ujarnya.
Oleh sebab itu, ia berharap agar Mahasiswa lain tidak terpengaruh dengan gerakan massa yang patut diduga merupakan agenda asing dan intelijen gelap untuk membuat kegaduhan nasional menjelang masa transisi kepemimpinan nasional.
“Mahasiswa kan agent of change, kelompok masyarakat yang sangat kritis, tentu jangan sampai kalian terkecoh dengan gerakan spionase dan intelijen gelap yang disetir asing, bahaya kalian,” tukasnya.
Sekadar diketahui, bahwa sejumlah Mahasiswa menggelar Kongres Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (KMPI) 2024 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur pada Senin 7 oktober 2024. Hasil dari kegiatan kumpul-kumpul tersebut adalah melakukan aksi unjuk rasa untuk menyambut akhir jabatan Presiden Jokowi pada tanggal 20 Oktober 2024.
Salah satu bagian dari rencana akso tersebut akan dilakukan di Gedung MPR/DPR RI, pukul 14.00 pada hari Selasa 8 Oktober 2024. Mahasiswa meminta kepada DPR RI untuk segera meminta tanggung jawab Jokowi atas dosa-dosanya selama memimpin.
Kabarnya, kegiatan ini hanya akan diikuti sebanyak 300 perwakilan BEM dan non BEM seluruh yang ditujukan untuk menyuarakan tangkap dan adili Jokowi.













