Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasionalPolitik

Mahasiswa Jangan Hanya Jadi Kritikus Kosong, Jika Mau Jadi Agen Perubahan Harus Belajar dan Akui Prestasi Jokowi

Views
×

Mahasiswa Jangan Hanya Jadi Kritikus Kosong, Jika Mau Jadi Agen Perubahan Harus Belajar dan Akui Prestasi Jokowi

Sebarkan artikel ini
Dari Rakyat hingga Artis Bersatu Geruduk DPR, Revisi UU Pilkada Batal Disahkan

Koma.id – Pengamat politik Centre for Islamic and Ethnic Studies (CIE), Muhammad Chaerul, menilai bahwa rencana aksi mahasiswa yang akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR untuk meminta pertanggungjawaban Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelang akhir masa jabatannya pada 20 Oktober 2024 sama saja dengan mengabaikan berbagai prestasi signifikan yang telah dicapai dalam satu dekade terakhir.

Pasalnya selama memimpin, Jokowi telah berhasil mempercepat pembangunan infrastruktur yang sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, termasuk jalan tol, bandara, pelabuhan, dan jembatan.

Silakan gulirkan ke bawah

Program yang dijalankan juga fokus pada pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah tertinggal, serta peningkatan layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan, yang secara langsung membantu rakyat.

“Coba cek presiden yang ada keliatan kerjanya itu baru Jokowi. Sederhana saja sekarang kalau lebaran misalnya dari Jakarta ke daerah Jawa nyaris tidak ada macet, kalau dulu bejebun macetnya,” kata Chaerul, Selasa (8/10/2024).

Selain itu, dalam menghadapi tantangan besar seperti pandemi COVID-19, Jokowi juga mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan-kebijakan seperti subsidi, bantuan sosial, dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi bukti nyata bahwa pemerintah bekerja keras untuk melindungi masyarakat dan perekonomian dari dampak krisis global.

“Pertumbuhan ekonomi tetap positif di tengah situasi yang sulit membuktikan bahwa Jokowi berpihak pada kepentingan rakyat. Lalu kalau mereka bilang dosa itu dosa apa? Kayak Tuhan saja mereka,” ucapnya.

Di sisi lain, kebebasan berekspresi selama masa pemerintahan Jokowi tetap terjaga. Mahasiswa dan masyarakat diberikan ruang yang luas untuk menyuarakan aspirasi mereka, tanpa adanya represi yang berlebihan. Ini membuktikan bahwa Jokowi menghormati prinsip-prinsip demokrasi yang berlaku, meskipun tetap dalam kerangka hukum.

“Mahasiswa seharusnya berhenti menjadi hakim sepihak yang hanya melihat kekurangan, tapi buta terhadap pencapaian. Jika ingin jadi agen perubahan, mereka perlu belajar mengapresiasi prestasi, bukan sekadar melontarkan kritik kosong,” tutup Chaerul.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.