Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Hendropriyono Tegaskan Tak Pernah Dukung Gerakan Gulingkan Pemerintah

Views
×

Hendropriyono Tegaskan Tak Pernah Dukung Gerakan Gulingkan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Images34

Koma.id, Jakarta – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono membantah tuduhan yang menyebut dirinya maupun orang-orang di sekitarnya terlibat dalam upaya penggulingan pemerintahan yang sah. Ia menegaskan informasi yang beredar tersebut merupakan hoaks dan fitnah.

“Bahwa saya dan orang-orang yang ada di dekat saya tidak ada yang terlibat. Tidak ada teman-teman maupun keluarga yang tidak mendukung pemerintah,” kata Hendropriyono saat menjawab pertanyaan terkait isu yang mengaitkan orang-orang di sekitarnya dengan gerakan yang mengkritik keras pemerintah, Jumat (19/6/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

Ia menegaskan tidak pernah mendukung ataupun memerintahkan siapa pun untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah.

“Kita semua tidak mendukung dan tidak memerintahkan siapa pun untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintah yang sah. Tidak benar,” ujarnya.

Menurut Hendropriyono, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun harus tetap dilakukan sesuai koridor hukum dan konstitusi. Karena itu, ia menilai tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan agenda penggulingan pemerintah tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Dalam negara kita, penyampaian pendapat di muka umum dalam demokrasi mesti tetap harus berada dalam koridor hukum dan konstitusi. Karena itu, segala tuduhan yang mengaitkan saya dan orang-orang di sekitar saya yang beragenda menggulingkan pemerintahan, tanpa bukti yang sah, itu adalah hoaks dan fitnah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Hendropriyono juga menegaskan komitmennya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan stabilitas nasional. Menurut dia, prinsip tersebut telah dipegang sejak masih aktif sebagai prajurit TNI hingga memasuki masa purnatugas.

“Sejak dulu, saya dan teman-teman tentara, yang sekarang purnawirawan, apalagi yang masih aktif, mengabdikan diri kepada negara dalam berbagai penugasan. Prinsip kami sama, menjaga keutuhan Republik Indonesia yang Pancasilais, UUD 1945, dan stabilitas nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Hendropriyono mengimbau masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi yang beredar di ruang publik dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap hoaks, apalagi simulakra. Selalu periksa fakta sebelum menyebarkan informasi, jangan main forward aja,” katanya.

Selain membantah tuduhan tersebut, Hendropriyono juga menegaskan bahwa hubungan kekerabatan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kesamaan pandangan politik maupun ideologi.

Menurut dia, setiap individu memiliki kebebasan menentukan sikap politiknya masing-masing dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.

“Anak, menantu, saudara, besan, maupun kerabat dapat saja memiliki pandangan politik yang berbeda. Tidak selalu sama,” katanya.

“Dalam politik, setiap orang bertanggung jawab atas sikap dan tindakannya sendiri, bukan atas hubungan kekeluargaan. Kekerabatan tidak identik dengan kesamaan ideologi. Hubungan darah tidak dapat dijadikan bukti adanya hubungan politik,” tambahnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.