Koma.id – Kapal LCT Cita XX yang mengangkut muatan BTS Rute Timika-Yahukimo hilang kontak sejak Senin (15/7) lalu. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan Timika di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menerima informasi perihal kapal berisi 12 orang ini.
“Berangkatnya kapal Senin, harusnya tiba di Pelabuhan Asmat kurang lebih Kamis jam 5 waktu setempat. Ada yang melaporkan ke kami, keluarga korban, langsung kami aksi,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna.
“Kita berkoordinasi dengan stasiun radio pantai, kemudian berkoordinasi dengan pelabuhan-pelabuhan, berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melewati jalur tersebut. Nah, belum menemukan kapal dimaksud,” lanjut dia.
Pada Sabtu (20/07) diberangkatkan Tim SAR Gabungan menggunakan RIB Basarnas dari pos pencarian dan pertolongan Asmat. Pencarian dilakukan di rute yang direncanakan dan dilalui kapal LCT Cita XX, namun hingga pukul 18.00 WIT masih belum membuahkan hasil.
“Hasil pencarian nihil. Sekarang ini memasuki hari kedua (21/7). Tim gabungan kami masih di lapangan,” kata dia. Berdasarkan hasil laporan keluarga dan kapal-kapal yang melewati perarian tersebut, kata Suyatna, dicurigai Kapal LCT Cita XX salah masuk pelabuhan.
“Nah, di situ kan banyak jalur-jalur sungai besar tempat kapal nyandar. Masalahnya adalah komunikasi kita tidak bisa dengan kapal tersebut termasuk dengan seluruh awak yang ada,” ucap Suyatna.
“Ada 12 orang (di kapal tersebut). Apakah dia awak semua, apakah ada penumpang, kami tidak tahu. Yang jelas POB-nya (Personnel on Board) adalah 12 orang,” sambungnya.
Berikut daftar nama 12 penumpang LCT Cita XX , yaitu :
- Junaidi (Nahkoda) /L
- Dedi Irawan (Mualim) /L
- M Arif Efenfi (KKM) /L
- Haikal (Oil Man) /L
- Rusli (Juru Mudi) /L
- Agiera(Koki) /L
- Nimrot G Tua /L
- Lukman Hakim /L
- Samsudin /L
- Asmoro /L
- Suherman /L
- Alhakim /L
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo mengkonfirmasi dan membenarkan kapal yang hilang kontak dalam perjalanan Timika-Yahukimo membawa material BTS. Kapal Cita XX itu hilang kontak sejak Rabu, 17 Juli 2024. Kapal berjenis LCT GT 145 itu terakhir berkomunikasi dengan kapal Prima Jaya yang melintas bersamaan pada hari sebelumnya, 16 Juli 2024. Dari informasi yang disampaikan Kru Kapal Prima Jaya, Kapal Cita XX tidak melaju dan posisi mengambil di pinggiran.
“Selain mengangkut 12 orang, Kapal Cita XX juga membawa material BTS, tower, power, dan VSAT untuk penyediaan sinyal 4G BAKTI Kominfo di wilayah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan,” ujar Direktur Utama BLU BAKTI Kominfo Fadhilah Mathar lewat keterangan tertulis, Minggu (21/7).
Fadhilah menuturkan Kapal Cita XX berangkat dari Timika pada Senin, 15 Juli 2024 pukul 05.43 WITA dan dijadwalkan akan tiba di Yahukimo pada Kamis, 18 Juli 2024. Namun, pada Jumat, 19 Juli 2024, Penanggung Jawab Kapal Cita XX, Mufli, melapor ke Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Timika bahwa kapal tersebut belum tiba di Pelabuhan Yahukimo. “Sampai informasi ini diturunkan, Tim SAR Timika telah diturunkan dengan dukungan TNI Angkatan Laut dan Polairud yang terus membantu pencarian namun kapal belum ditemukan,” ucap Fadhilah.












