Koma.id– Rencana pemerintah untuk membentuk family office, yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan disetujui oleh Presiden Joko Widodo, menuai beragam tanggapan dari sejumlah pihak terkait.
Ekonom sekaligus Direktur Celios, Bhima Yudhistira, menyarankan pemerintah untuk melakukan kajian mendalam sebelum merealisasikan rencana pembentukan family office tersebut. Menurutnya, langkah ini perlu dipertimbangkan secara matang mengingat potensi dampaknya terhadap struktur ekonomi dan redistribusi kekayaan di Indonesia.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengkritisi urgensi dari kebijakan ini. Baginyanya, tidak ada alasan mendesak bagi pemerintah untuk merealisasikan family office saat ini.
Di sisi lain, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, melihat potensi positif dari family office jika dapat memfasilitasi kemudahan dalam berusaha. Namun, ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap implikasi pajak yang mungkin terabaikan.







