Koma.id– Nilai tukar rupiah kembali mengalami penurunan signifikan hingga mencapai Rp 16.400 per dolar AS menjelang akhir pekan. Pelemahan ini dipicu oleh kebijakan Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) yang mengindikasikan rencana pemangkasan suku bunga hanya akan dilakukan satu kali pada akhir 2024.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkritisi dampak negatif dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS terhadap penyerapan tenaga kerja yang semakin sulit. Di sisi lain, Pengamat Komoditas dan Mata Uang dari DCFX Futures, Lukman Leong, memperingatkan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga mencapai Rp 17.000 jika Bank Indonesia tidak agresif dalam melakukan intervensi pasar.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menilai bahwa meskipun nilai tukar rupiah saat ini melewati Rp 16.000 per dolar AS, hal ini masih terbilang rendah. Dia juga menekankan bahwa pelemahan rupiah saat ini tidak seburuk pada masa menjelang runtuhnya rezim Presiden kedua RI.










