Gulir ke bawah!
Nasional

Serentak dalam Penetapan 1 Syawal, MUI & DPR : Momentum Rekonsiliasi Nasional

10087
×

Serentak dalam Penetapan 1 Syawal, MUI & DPR : Momentum Rekonsiliasi Nasional

Sebarkan artikel ini
yaqut cholil qoumas
Menteri Agana, Yaqut Cholil Qoumas saat memimpin sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1445 H.

Koma.id — Kementerian Agama (Kemenag) telah resmi menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada Rabu (10/4/2024), atau sama dengan keputusan Muhammadiyah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni’am Sholeh mengungkapkan serentaknya perayaan Idulfitri 1445 H ini menjadi momentum persatuan umat setelah rampungnya Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

Silakan gulirkan ke bawah

“Penetapan 1 Syawal serentak secara keseluruhan, ini bisa dijadikan sebagai ‘amul jama’ah atau tahun kebersamaan tahun persaudaraan sekaligus momentum rekonsiliasi nasional setelah kita terfragmentasi di dalam perbedaan pilihan politik,” ungkapnya dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1445 H, Selasa (9/4/2024).

Dirinya berharap dengan persatuan ini, menunjukkan komitmen masyarakat dalam baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur (sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya).

Senada, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi melihat tradisi penetapan 1 Syawal menjadi wujud nyata komitmen Tanah Air dalam menjaga kesatuan dan persatuan umat Islam di Indonesia di tengah keragaman metode penentuan Ramadan dan hari raya.

Ashabul Kahfi menyinggu metode penentuan bulan-bulan dalam Islam yang dilakukan pemerintah, seperti hisab rukyat dan Imkanur Rukyat. Menurutnya, hal ini menjadi tradisi yang menghadirkan tantangan dalam mengelolanya.

Meski demikian, DPR menilai Kemenag berhasil melakukan perannya sebagai lokomotif toleransi yang memastikan bahwa perbedaan ini bukan jadi sumber perpecahan.

“Alhamdulillah tahun ini kita bisa merayakan Idulfitri bersama-sama, momen ini akan semakin mengokohkan kebersamaan kita dalam membangun hubungan harmonis dalam beragama, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

Adapun Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mengumumkan bahwa penetapan pemerintah tersebut atas dasar laporan dari berbagai titik lokasi pemantauan hilal, bahwa hilal sudah terlihat.

Selain itu, kemunculan hilal juga telah sesuai dengan kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi hilal mencapai 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Data posisi hilal hari ini di seluruh Indonesia berada pada ketinggian hilal berkisar pada 4° 52‘ 71“ sampai dengan 7° 37‘ 84’’ dan sudut elongasi berkisar 8 derajat 23’ 68’’ sampai dengan 10 derajat 12’ 94’’.

“Forum sidang bermufakat bahwa laporan rukyat sesuai dengan data hisab yang telah dihitung dan telah sesuai dengan Imkanur Rukyat,” ujar Yaqut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.