Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

HTI Makin Berani Terbuka: Jika Terlambat, Pengasong Khilafah Makin Mengakar & Sulit Ditangani

Views
×

HTI Makin Berani Terbuka: Jika Terlambat, Pengasong Khilafah Makin Mengakar & Sulit Ditangani

Sebarkan artikel ini
Lawan! Kamuflase HTI Jika Dibiarkan Bisa Rusak Ideologi Bangsa
Ilustrasi massa Hizbut Tahrir Indonesia. (Antara)

Koma.id Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Jakarta atau UMJ Prof Sri Yunanto menilai pergerakan kelompok pro-khilafah seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih eksis di Indonesia.

Seperti kegiatan Metamorforshow di TMII, Sri menilai sebahai propaganda penegakan khilafah oleh kelompok HTI

Silakan gulirkan ke bawah

“Semua harus memahami bahwa gerakan yang ingin mengangkat sistem khilafah itu belum benar-benar hilang dalam masyarakat Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam,” kata Yunanto di Jakarta, Kamis (29/2/2024).

Sri mengatakan, organisasi HTI memang sudah dibubarkan oleh pemerintah pada tahun 2017 lalu, tetapi aktivitasnya tetap berjalan di bawah permukaan.

Seperti halnya gerakan klandestin lainnya di negara lain, dia mengatakan dilarangnya HTI tidak membuat para aktivisnya mati.

Melalui acara “Metamorforshow”, menurutnya kelompok HTI justru memperlihatkan usahanya dalam menarik simpati generasi muda melalui format acara yang menyenangkan, seperti stand-up comedy dan konser musik.

Kata Sri, kelompok HTI kini makin berani secara terbuka menyebarkan gagasannya dengan acara itu.

“Jika dulu caranya masih melalui forum atau kajian tertutup, ternyata baru-baru ini kita ketahui bersama jika HTI mulai menggunakan forum terbuka dan bahkan sifatnya menghibur,” kata Sri.

Dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan melarang siapapun untuk menyebarkan dan melaksanakan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Melalui perundang-undangan tersebut, pemerintah melalui aparat penegak hukum punya dasar yang kuat untuk melakukan penindakan.

Namun hingga saat ini menurutnya belum terlihat secara nyata keseriusan dari penegak hukum yang ditandai acara metamorforshow tersebut bisa diselenggarakan.

Bahkan kelompok eks HTI tersebut memanfaatkan momentum pasca Pemilu 2024 yang menyedot perhatian publik dan pemerintah sebagai peluang untuk melancarkan kegiatan propagandanya.

Jika terlambat ditangani, dia khawatir ideologi pro-khilafah akan lebih mengakar dan lebih sulit lagi untuk ditangani. Jika dibiarkan menjalar kemana-mana, menurutnya hal tersebut ibaratkan api yang akan lebih sulit lagi untuk dipadamkan.

Untuk itu, dia pun menekankan pentingnya penyertaan pemahaman kebangsaan dan kewarganegaraan melalui kurikulum formal secara lebih eksplisit kepada para generasi muda demi mencegah doktrin dari ideologi transnasional tersebut.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.