Koma.id – Setelah melakukan klarifikasi dan pencocokan suara, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batubara menyimpulkan bahwa suara percakapan dalam video viral untuk memenangkan paslon 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tidak sesuai dengan suara asli pejabat Forkopimda di Batubara, Sumatera Utara. Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah membentuk tim Subdit Cyber untuk mengidentifikasi pembuat dan penyebar video tersebut.
Koordinator Divisi Humas Bawaslu Sumatera Utara, Saut Bonganmanalu, menyampaikan, setelah melakukan pemanggilan terhadap pejabat Forkopimda yang terlibat dalam video tersebut, Bawaslu Kabupaten Batubara menyimpulkan bahwa tidak ada kemiripan suara.
“Foto yang dicantumkan di video itu tidak memiliki kemiripan dengan pejabat Forkopimda seperti Kajari, Kapolres, Dandim, dan Bupati. Mereka memastikan bahwa suara tersebut bukan berasal dari Forkopimda,” ujar Saut, Selasa (16/1/2024).
Meski tidak ada kecocokan dengan Forkopimda, Bawaslu masih terus menelusuri suara dalam video viral tersebut untuk memastikan apakah berita tersebut hoax atau memiliki substansi kebenaran.
“Penelusuran terhadap percakapan dalam video masih berlangsung. Kami tidak ingin berspekulasi, tetapi Bawaslu tetap fokus untuk mengungkap kebenaran melalui penelusuran yang sedang dilakukan di Batubara,” tambahnya.
Menanggapi video viral tersebut, Kepolisian Daerah Sumatera Utara memastikan bahwa suara percakapan dalam video bukan berasal dari pejabat Forkopimda di Kabupaten Batubara. Tim Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara telah dikerahkan untuk mencari pembuat dan penyebar video tersebut.
“Dengan penyebaran berita hoaks yang bersifat menyesatkan dan mengandung unsur SARA, kami memiliki mekanisme penanganan. Tim Subdit Cyber telah melakukan patroli dan tugas-tugasnya untuk mengidentifikasi pelaku,” ucap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.
Video percakapan tersebut telah tersebar luas di masyarakat Sumatra Utara. Video tersebut diunggah melalui media sosial TikTok dengan akun @nasionalcorruption pada Minggu (14/1/2024) dan berisi percakapan antara Dandim, Bupati, Kapolres, dan Kajari Batubara yang diduga membahas persiapan Pilpres 2024.
Dalam percakapan tersebut, terdengar orang yang memberikan arahan untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran, serta mengusulkan penggunaan dana desa untuk keperluan operasional Pilpres 2024. Bawaslu dan kepolisian tetap bekerja sama untuk mengungkap kebenaran di balik video ini.












