Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Nama Nasaruddin Umar Masuk Bursa Caketum PBNU

Views
×

Nama Nasaruddin Umar Masuk Bursa Caketum PBNU

Sebarkan artikel ini
Nama Nasaruddin Umar Masuk Bursa Caketum PBNU
Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar. (Foto/Istimewa)

Koma.id Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), nama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu figur yang berpeluang maju dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Nama Nasaruddin Umar disebut-sebut mendapat dukungan dari sejumlah kalangan warga nahdliyin berkat rekam jejaknya yang panjang di lingkungan NU dan dunia pendidikan Islam.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengakui bahwa nama Nasaruddin Umar menjadi salah satu sosok yang paling sering muncul dalam berbagai diskusi dan pertemuan warga NU di sejumlah daerah menjelang muktamar.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kalau ditanya nama yang sering disebut, ya salah satunya Prof. Nasaruddin Umar. Itu yang saya dengar dalam berbagai pertemuan dan komunikasi dengan teman-teman di daerah,” kata Gus Ipul kepada wartawan, dikutip Kamis (18/6/2026).

Meski demikian, Gus Ipul menegaskan dirinya tidak sedang mengampanyekan atau mendukung kandidat tertentu. Menurutnya, dinamika menjelang Muktamar NU masih sangat terbuka dan keputusan akhir tetap berada di tangan para peserta muktamar yang memiliki hak memilih.

Ia menilai Nasaruddin Umar memiliki modal kuat untuk masuk dalam kontestasi karena memiliki pengalaman panjang di bidang keagamaan, pendidikan, birokrasi pemerintahan, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan NU.

Nasaruddin Umar dikenal sebagai akademisi dan ulama yang telah lama aktif dalam pengembangan pemikiran Islam moderat. Sebelum menjabat Menteri Agama pada Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto, ia pernah menjadi Wakil Menteri Agama pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta menjabat Imam Besar Masjid Istiqlal.

Selain itu, Nasaruddin juga dikenal luas di kalangan pesantren dan organisasi keagamaan karena kiprahnya dalam isu toleransi, dialog antaragama, serta penguatan Islam wasathiyah atau Islam moderat.

Menurut Gus Ipul, berbagai latar belakang tersebut menjadi alasan mengapa nama Nasaruddin banyak diperbincangkan oleh warga NU sebagai salah satu figur potensial untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Meski nama Nasaruddin menguat, Gus Ipul menegaskan proses pencalonan Ketua Umum PBNU masih akan berkembang seiring mendekatnya pelaksanaan muktamar. Ia memperkirakan sejumlah nama lain juga akan bermunculan dan menjadi bagian dari dinamika internal organisasi.

“Masih panjang. Biasanya menjelang muktamar akan muncul banyak nama dan aspirasi dari bawah. Itu bagian dari proses demokrasi di tubuh NU,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul juga memastikan dirinya tidak akan maju maupun dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU. Ia menegaskan fokusnya saat ini adalah menjalankan tugas sebagai Sekjen PBNU dan mendukung kelancaran agenda organisasi menuju muktamar.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang sempat menyebut namanya sebagai salah satu figur potensial dalam kontestasi kepemimpinan PBNU mendatang.

Muktamar NU merupakan forum tertinggi organisasi yang digelar untuk memilih kepengurusan baru sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi dalam periode berikutnya. Selain memilih Ketua Umum PBNU, forum tersebut juga akan membahas berbagai isu strategis keumatan, kebangsaan, pendidikan, hingga penguatan peran NU di tingkat nasional maupun internasional.

Sejumlah pengamat menilai kontestasi menuju Muktamar NU kali ini akan menjadi perhatian publik karena PBNU memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan politik di Indonesia. Karena itu, munculnya nama-nama tokoh nasional seperti Nasaruddin Umar diperkirakan akan terus menjadi perbincangan hingga pelaksanaan muktamar berlangsung.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.