Koma.id, Pedangan Tanah Abang membuat ulah dengan memaksa pemerintah menutup e-commerce.Awalnya pedagang meminta pemerintah menutup tikt*k dengan memasang tulisan-tulisan bernada protes hingga minta tolong di depan tokonya pada saat kunjungan Teten ke lokasi pekan lalu.
Setalah permintaan dari para pedagang di “turuti” oleh pemerintah. Para pedangang rupanya tidak puas hingga meminta pemerintah turut menutup e-commerce lain juga.
Indonesia-China Sepakat Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS
Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, merespons permintaan para pedagang Pasar Tanah Abang. Zulhas mengatakan hal itu tidak bisa dilakukan.
Sejumlah Titik di Jakarta Gelap Sabtu Malam
“Ya nggak, kan diatur, bukan tutup, ndak boleh dong. Kan nggak bisa dihindari namanya itu platform digital itu zaman kok, yang nggak ikut nanti kan jadi yang di NTT itu apa komodo kan? satwa langka itu,” kata Zulhas di Kompleks Istana, Jakarta.
Zulkifli mengungkapkan bahwa para pedangan harus lebih kreatif untuk berjualan secara daring mengikuti perkembangan zaman.
“Jadi memang harus mengikuti perkembangan. Oleh karena saya bilang teman-teman di Pasar Tanah Abang, pasar sayur saja online sekarang, apalagi pasar-pasar yang jual barang-barang komersial, pakaian, sepatu itu kan harus juga mengikuti selain offline, online,” ujarnya.
Meski begitu, Zulkifli mengakui bahwa keberadaan e-commerce tetap harus diatur. Seperti peraturan pemerintah terhadap salah satu e-commerce Shop*e, yang kini sudah tak bisa lagi menjual barang dari pelapak luar negeri atau cross border. Namun telah mengambil barang dari dalam negeri sehingga banyak membantu para pengusaha lokal ataupun UMKM.







