Koma.id – Anggota DPR Fraksi PKB, Edward Tannur, mendadak menjadi sorotan usai anaknya, Gregorius Ronald Tannur menjadi tersangka penganiayaan.
Gregorius Ronald Tannur secara membabi buta menganiaya kekasihnya, Dini Sera Afriyanti, hingga tewas di tempat hiburan malam di Jalan Mayjen Jonosewejo, Lakarsantri, Surabaya, Rabu (4/10/2023) malam.
Kasus ini pun menjadi viral di media sosial yang mengundang banyak perhatian lantaran penganiayaan yang dilakukan Ronald Tannur dilakukan dengan sangat sproradis.
Heboh “Sale Indonesia” hingga “Buang Rupiah”, Haris Moti: Tidak Membangun Kedaulatan Bangsa
Berikut profil Edward Tannur, Anggota DPR dari Fraksi PKB yang dirangkum dari berbagai sumber.
Edward Tannur lahir di Atambua pada 2 Desember 1961. Ia mengenyam pendidikan di SD Tiga GMIT Atambua.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan jenjang SMP di Don Bosco Atambua dan menempuh SMA di Surya Atambua. Setelah itu, Edward mengambil gelar sarjana hukum di Universitas PGRI Kupang pada 2006.
Sebelum mengambil gelar sarjana, Edward telah menjabat sebagai ketua di Tulip FC dan Sasana Tulip. Selain itu, ia juga merupakan pemilik jasa konstruksi pada 1983 hingga sekarang.
Edward juga menjabat sebagai direktur di Swalayan Tulip yang ia dirikan sejak Tahun 1980 hingga saat ini.
Dilansir dari laman resmi dpr.go.id, pengusaha sekaligus politikus ini mengawali perjalanan politiknya sebagai ketua fraksi PKB sekaligus ketua komisi C DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada 2004 hingga 2009.
Edward menjadi DPC PKB Kabupaten TTU pada 2006 hingga sekarang. Dia juga merupakan anggota DPRD Kabupaten TTU pada periode 2005-2009.
Pada periode 2019-2024, Edward berhasil lolos ke Senayan dan menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi PKB pada Komisi IV bidang Pertanian, Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Kelautan.
Untuk diketahui, sejak dahulu Edward Tannur juga terlibat aktif dalam organisasi. Selain berkedudukan sebagai ketua di Tulip FC dan Sasana Tulip, ia juga merupakan ketua GAPEKNAS (Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional) Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pembina PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) cabang Kefamenanu, Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten TTU, serta Ketua DPC PKB Kabupaten TTU periode 2006 hingga 2021.












