Koma.id – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap proyek Xinyi Group di Pulau Rempang, Batam akan mulai groundbreaking tahun depan. Namun, akan didahului oleh penyelesaian atas pendudukan masyarakat Pulau Rempang.
Diketahui, pemerintah akan menggeser masyarakat di sejumlah kampung di Pulau Rempang. Alasannya, beberapa titik itu dijadikan lokasi pembangunan Rempang Eco City.
Enam+43:33Prospek Ciamik Kendaraan Listrik
Menko Luhut memandang, sejauh ini komitmen Xinyi Group masih dalam posisi yang positif. Meski, diketahui ada konflik yang mencuat di masyarakat Rempang.
“Saya kira komitmennya bagus, ya kan kita punya tugas masing-masing mereka siapkan investasinya teknologinya, kita siapin lahan dan infrastrukturnya,” kata dia di Hotel Indonesia Kempinski, ditulis Rabu (27/9/2023).
Dia menegaskan saat ini, proses penyediaan lahannya terus berjalan, termasuk untuk menggeser lokasi rumah-rumah masyarakat yang tinggal di titik rencana pembangunan Rempang Eco City. Menko Luhut menyebut, kompensasi yang diberikan pada masyarakat pun bukan ganti rugi, melainkan ganti untung.
“Sekarang kita sedang tata dengan baik. Tentu, presiden pernah kasih arahan rakyatnya tidka boleh dirugikan. makanya kita berikan opsi kpada rakyat itu dengan baik. Kan mereka itu juga tidak semua yang miliki sertifikat tanah disana seperti dulu di mandalika. Pokoknya tidak ada ganti rugi tapi ganti untung,” bebernya.
Dia menaksir prosesnya akan rampung sekitar akhir tahun ini atau paling lambat di Februari 2024 mendatang. Setelah itu, dilanjutkan dengan groundbreaking kawasan.
“Ya kita gausah buru-buru ya kalo ga bisa selesai tahun ini, ya mungkin Januari-Februari, setelah itu groundbreaking. (Realisasi investasi) bisa aja awal tahun depan,” pungkasnya.













