KOMA.ID – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Tabana Bangun memastikan bahwa situasi di Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau sudah kondusif. Hal ini disampaikan pasca sempat terjadi bentrok antara warga dan aparat gabungan.
Bentrokan diketahui dipicu oleh adanya kegiatan pengukuran lahan untuk pengembangan proyek Rempang Eko City. Masyarakat yang belum tersosialisasi dengan baik melakukan penghadangan hingga memaksa menyerang aparat dengan berbagai benda, termasuk dengan ketapel.
Namun karena sudah ada penjelasan lebih komprehensif dari aparat, konflik tersebut pun mereda dan warga kembali bisa kondusif.
“Kegiatan berjalan dengan baik dan tidak hal krusial yang terjadi. Masyarakat juga sudah menyadari dan pulang ke rumah masing-masing, dan anggota tidak ada kegiatan yang menonjol di lapangan,” ujar Irjen Pol Tabana, Kamis (7/9).
Kemudian, Tabana juga menyebut bahwa kegiatan pengamanan hari ini sudah selesai dilakukan. Lalu personel pengamanan juga sudah diarahkan kembali ke satuan masing-masing.
Mahfud MD Dukung Nadiem Banding, Nilai Vonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp809 M Terlalu Berat
“Kegiatan malam ini sudah selesai. Karena masyarakat sudah memahami tentang kegiatan ini dan kembali ke rumah dengan baik dan personel akan istirahat kembali ke satuan masing-masing,” katanya.
Terkait keributan, menurutnya tindakan yang dilakukan personel sudah tepat. Karena sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat terkait pengembangan pulau tersebut.
“Adapun mungkin tadi ada hal-hal yang sedikit mengganggu, itu adalah dampak dari pengamanan ini. Dan mudah-mudahan ke depannya bisa lebih kondusif seperti yang kami harapkan,” terangnya.
Sebelumnya, pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam mengimbau agar masyarakat Kota Batam tidak terprovokasi dengan isu miring terkait pengukuran yang akan dilakukan di Kawasan Rempang. Hal itu seiring beredarnya informasi terkait tindakan represif tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP terhadap masyarakat yang menghalangi jalannya tugas personel.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait mengungkapkan peristiwa yang sebenarnya terjadi tidak demikian. Menurutnya, masyarakat yang mengatasnamakan warga Rempang terlebih dulu melemparkan batu dan botol kaca ke arah personel keamanan yang akan memasuki wilayah Jembatan 4 Barelang.
Bahkan, sejumlah oknum tak bertanggung jawab juga terus melemparkan batu meski petugas kepolisian telah mengimbau melalui pengeras suara agar barisan massa tidak gegabah dalam mengambil tindakan.
“Informasi dari tim di lapangan, sudah ada beberapa oknum provokator yang ditangkap pihak kepolisian. Beberapa di antaranya bahkan didapati membawa parang dan sudah berhasil diamankan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga sudah memberikan instruksi kepada aparat gabungan khususnya dari jajaran Kepolisian, agar menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan dialog dan musyawarah, sehingga semua pihak bisa tetap terjaga kondusifitasnya.
“Upaya musyawarah, upaya sosialisasi penyelesaian dengan musyawarah mufakat menjadi prioritas. Hingga kemudian masalah di Batam, Pulau Rempang, bisa diselesaikan,” kata Sigit di Jakarta Pusat, kemarin.








