Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Hukum

Cak Imin Tiba di KPK : Alhamdulillah

Views
×

Cak Imin Tiba di KPK : Alhamdulillah

Sebarkan artikel ini
Cak Imin di KPK
Cak Imin tiba di KPK, Kamis 7 September 2023.

KOMA.ID Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (7/9) pagi ini.

Sedianya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan sistem proteksi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kemenaker tahun 2012.

Silakan gulirkan ke bawah

Terpantau, Cak Imin tiba di markas lembaga antikorupsi sekitar pukul 09.50 WIB. Wakil Ketua DPR yang tampil mengenakan kemeja putih lengan panjang ini belum dapat memberikan keterangan lebih banyak kepada awak media.

Alhamdulillah, sehat,” ucap Cak Imin, Kamis (7/9).

Ini merupakan agenda pemeriksaan ulang setelah pada agenda sebelumnya pada Selasa (5/9) Cak Imin tak dapat hadir lantaran ada agenda lain. Sebagai informasi, KPK menyebut waktu terjadinya tindak pidana korupsi proyek sistem proteksi TKI di Kemenaker pada 2012 atau saat Cak Imin menjabat sebagai menakertrans.

Sejauh ini KPK mengantongi bukti permulaan dugaan perbuatan rasuah sejumlah pihak dalam pengadaan tersebut. Dikabarkan ada tiga orang yang telah dijerat atas kasus yang diduga merugikan negara miliaran rupiah ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga tersangka itu yakni, Sekretaris Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemenaker, I Nyoman Darmanta; Direktur PT Adi Inti Mandiri, Kurnia; dan Reyna Usman.

PT Adi Inti Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan Teknologi Informasi (IT). Sementara Reyna Usman sempat menjabat Dirjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja saat Muhaimin Iskandar menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Saat ini Reyna merupakan kader dan bakal calon anggota DPR RI dari PKB.

Proyek pengadaan sistem pengawasan dan pengelolaan data proteksi tenaga kerja Indonesia (TKI) berada di bawah Direktrorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta). Harga paket proyek pada tahun 2012 senilai Rp 20 miliar. KPK menduga korupsi ini bermoduskan penggelembungan harga (mark up).

Dalam proses penyidikan kasus ini, KPK sudah menggeledah Kantor Kemnaker dan rumah kediaman Reyna Usman di Jalan Merdeka atau Jalan Taki Niode IPILO Gorontalo beberapa waktu lalu.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.