Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Diduga Simpatisan KKB Lolos Jadi Anggota, Bawaslu Kebobolan?

Views
×

Diduga Simpatisan KKB Lolos Jadi Anggota, Bawaslu Kebobolan?

Sebarkan artikel ini
Diduga Simpatisan KKB Lolos Jadi Anggota, Bawaslu Kebobolan?
Rahmat Bagja, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)

Koma.id Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif terkait laporan masyarakat mengenai dugaan keterlibatan Anggota Bawaslu Papua Tengah inisial GT (30) dalam kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Kami lagi klarifikasi kepada yang bersangkutan (GT),” ujar

Silakan gulirkan ke bawah

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja dikutip hari ini.

Menurut Bagja, GT harus diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi serta menjelaskan isu yang menimpa dirinya tersebut. Selain itu, Bawaslu juga tengah berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan pihak kepolisian setempat dalam rangka mengumpulkan informasi yang lebih mendalam terkait kasus ini.

“Apakah yang bersangkutan memang diindikasikan termasuk Organisasi Papua Merdeka (OPM)? Ini harus jelas juga, jangan sampai bukan OPM kita tuduh OPM juga,” ucapnya.

Bagja menekankan, jika nantinya GT terbukti terlibat dalam kelompok KKB, Bawaslu akan segera melaporkan kasus ini kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Kemudian memberhentikannya dari jabatan anggota Bawaslu.

“Kami akan mengajukan kepada DKPP untuk memberhentikan yang bersangkutan,” ucap Bagja.

Mengenai seperti apa proses seleksinya untuk menjadi anggota Bawaslu Kabupaten/Kota? Bagja menjelaskan bahwa prosesnya sangat ketat. Calon anggota harus menjalani serangkaian tes, termasuk Computer Assisted Test (CAT) yang mencakup materi wawasan kebangsaan.

Setelah melewati semua seleksi itu, calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota akan dipilih oleh Bawaslu RI sebagai penentu akhir. Oleh karena itu, tak bisa dimungkiri bahwa Bawaslu RI telah melakukan seleksi yang begitu ketat.

“Seharusnya kan tidak (dibilang Bawaslu kebobolan), kalaupun ada seharusnya timsel sudah terdeteksi. Seharusnya ya, kami berbicara seharusnya, bukan faktanya,” tutupnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.