Koma.id | Jakarta – Polri mengungkap temuan mengejutkan berupa brankas tersembunyi berisi 74 kilogram emas batangan dan uang tunai ratusan miliar rupiah dalam penggeledahan rumah mewah di Sentul, Bogor. Temuan ini terkait penyidikan kasus dugaan korupsi di sejumlah BUMN strategis.
Polri melakukan penggeledahan serentak di 12 lokasi Jabodetabek, termasuk kantor perusahaan, kafe, money changer, dan rumah pribadi. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah rumah mewah di Sentul, Bogor, di mana ditemukan brankas jumbo tersembunyi di balik dinding bermotif kayu. Brankas tersebut berisi 74 kilogram emas batangan, USD 4,7 juta, SGD 14 juta, serta Rp 100 juta dengan total nilai mencapai sekitar Rp 476 miliar.
Brankas berlapis baja itu berhasil dibuka pada dini hari dengan bantuan ahli kunci. Proses pembongkaran membutuhkan kombinasi putar, kunci manual, hingga pemotongan menggunakan mesin gurinda. Seluruh barang bukti kemudian dimasukkan ke dalam tujuh koper dan dibawa ke Polda Metro Jaya menggunakan kendaraan taktis dengan pengawalan Brimob bersenjata lengkap.
Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, menegaskan barang bukti berupa emas dan uang asing kini dalam proses pendalaman penyidikan. Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyebut pengusutan kasus ini merupakan atensi Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang.
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Independen Usut Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Kasus ini menyoroti skala besar praktik korupsi di perusahaan BUMN strategis seperti PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Temuan emas 74 kilogram dan uang tunai ratusan miliar rupiah memperkuat dugaan adanya jaringan korupsi terstruktur. Publik diharapkan terus mengawasi jalannya proses hukum agar transparansi dan akuntabilitas terjaga.








