Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HeadlinePolhukam

Hinaan Rocky Gerung Sebut Jokowi ‘Bajingan Tolol’ Ancaman Serius Terhadap Etika Kehidupan Bernegara

Views
×

Hinaan Rocky Gerung Sebut Jokowi ‘Bajingan Tolol’ Ancaman Serius Terhadap Etika Kehidupan Bernegara

Sebarkan artikel ini
Hinaan Rocky Gerung Sebut Jokowi ‘Bajingan Tolol’ Ancaman Serius Terhadap Etika Kehidupan Bernegara
Advokat Perekat Nusantara dan TPDI, Petrus Selestinus.

Koma.id Pernyataan  pengamat politik Rocky Gerung (RG), yang diduga menyerang kehormatan Presiden Jokowi, beberapa waktu lalu, tidak boleh dilihat dari perspektif penghinaan kepada Presiden.

Hal ini diungkapkan Advokat Perekat Nusantara, Petrus Selestinus kepada awak media di Jakarta dikutip Sabtu (5/8/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

Menurutnya, jauh lebih penting adalah perspektif ancaman serius terhadap “etika kehidupan bernegara” yang merupakan hal yang paling “esensial” dalam menjaga pluralitas dan integrasi nasional.

“Pernyataan RG bahwa Presiden Jokowi sebagai “bajingan tolol, pengecut” dll., harus dilihat dari perspektif adanya ancaman serius terhadap “etika kehidupan bernegara”, sebagaimana diamanatkan oleh TAP MPR No.VI/MPR/ 2001,” kata Petrus.

“RG dkk. patut diduga memiliki hidden agenda, yaitu mencoba membentuk komunitas dengan budaya berbeda, yang pada akhirnya menggeser kultur atau budaya sopan santun, berbudi luhur dan berkepribadian warisan leluhur bangsa kita yang beragam,” ujarnya lagi.

Ditegaskan Petrus, pilihan diksi yang tidak sopan ketika RG mengkritik Jokowi atau tokoh lawan bicara lainnya di berbagai forum terbuka dengan aksi publishitas tinggi bahkan viral, ini juga menjadi sebuah “green design” dengan tujuan memanaskan mesin kelompok opisisi mendukung capres Prabowo Subianto pada pilpres 2024.

“Saat ini ada fenomena di mana sebagian orang dalam pergaulan sehari-hari, mulai terbiasa menirukan diksi atau pilihan kata tidak sopan yang sering diucapkan RG. Mereka dengan mudah menirukan kata-kata yang tidak pantas diucapkan RG dalam pergaulan sosial, karena dianggap tidak ada yang salah dan melanggar hukum,” jelasnya.

“Kelompok ini semakin bertambah setidak-tidaknya di kalangan followers RG dkk. menuju target jangka panjang yaitu sebuah budaya baru yang berbeda dari budaya leluhur bangsa Indonesia,” ujarnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.