Koma.id– Polda Papua memastikan pihak Propam sedang melakukan pemeriksaan terhadap anggota Polsek Homeyo terkait kasus hilangnya senjata api organik Polri yang diduga dicuri oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Dilaporkan bahwa senjata api organik Polri, khususnya jenis SS1 beserta amunisinya, hilang pada hari Sabtu lalu saat KKB melakukan aksi perampokan di Polsek Homeyo. Peristiwa itu terjadi setelah KKB menembaki bangunan Polsek dan Koramil Homeyo ketika sedang ada pertemuan dengan masyarakat pada hari Minggu (17/7/2023).
Mereka kemudian mengulangi aksi kekerasan pada hari Senin (18/7) dengan menembaki pesawat milik Smart Air yang membawa tujuh anggota Satgas Damai Cartenz yang bertugas membantu pengamanan di Polsek Homeyo.
Heboh “Sale Indonesia” hingga “Buang Rupiah”, Haris Moti: Tidak Membangun Kedaulatan Bangsa
Propam untuk menyelidiki anggota Polsek Homeyo yang bertugas saat kejadian terjadi. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menemukan keterlibatan apapun dari anggota kepolisian dalam kasus ini serta mengungkap alasan hilangnya senjata api organik Polri.
“Dari laporan baru satu anggota Polsek Homeyo yang sudah diperiksa dan kemungkinan masih ada lagi yang akan dimintai keterangannya,” ujar Wakil Kepala Polda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat, dikutip.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan serius, karena senjata api tersebut merupakan milik Polri dan dapat digunakan oleh KKB untuk mengancam keamanan dan stabilitas daerah.







