Koma.id, Momen Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu yang paling ditunggu oleh masyarakat. Idul Adha biasanya identik dengan mengolah daging kurban baik sapi maupun kambing. Masyarakat biasa berkumpul bersama keluarga ataupun tetangga untuk memasak daging menjadi sate, semur ataupun rendang.
Makan daging umumnya dapat mendatangkan banyak manfaat karena daging merupakan salah satu sumber protein yang tinggi. Namun, sebaiknya hindari mengkonsumsinya terlalu berlebih karena dapat membahayakan kesehatan tubuh.
“Masyarakat biasanya mengkonsumsi daging sapi, kambing atau domba saat idul adha. Daging merah sebenarnya dapat sangat menyehatkan karena memliki protein yang tinggi terutama saat pembentukan otot, menambah kekebalan tubuh dan mencegah anemia, “Ungkap Dede, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Dikutip dari detik.com)
Epidemiolog Bilang Hantavirus Tak Semasif Covid-19, Lebih Sulit Jadi Pandemi, Begini Alasannya

Namun lanjut dede mengkonsumsi daging merah secara berlebihan dapat membahayakan kesehatan tubuh. Berikut bahaya mengkonsumsi daging merah setiap hari secara berlebih dikutip dari lama Hallosehat :
- Bau mulut
Menurut penelitian, mengkonsumsi terlalu banyak daging merah secara berlebihan dapat menyebabkan bau mulut. Daging merah yang mengandung lemak dan protein tinggi bila di konsumsi terlalu berlebih dan tidak seimbang dengan karbohidrat menyebabkan tubuh memecah lemak dan protein tersebut menjadi sumber energi. Energi yang dipecah akan menghasilkan senyawa ketosis. Senyawa ini menyebabkan bau napas tak sedap.
2. Sembelit
Pada dasarnya daging merupakan salah satu jenis protein yang memiliki serat. Namun sayangnya, daging merah tidak memiliki cukup serat untuk memenuhi kebutuhan serat harian. Artinya jika berlebihan dalam mengkonsumsi daging merah maka kebutuhan protein sehari-hari tidak tercukupi sehingga tubuh tidak mempunyai cukup serat untuk menyerap air hingga memadatkan fases.
3. Meningkatkan kemungkinan gejala kanker seperti kanker usus, kanker payudara, pankreas, prostat dan lambung.
Dalam berbagai kasus, pengelolaan daging dapat menyebabkan seyawa karsiogenik seperti Hydrocarbon Aromatik Polisiklik (PAH) amina heterosiklik (HCE). PAH dan HCE merupakan senyawa yang muncul apabila daging dipanaskan pada suhu tinggi dan pembakaran menggunakan arang. Kedua sel ini dapat memicu mutasi sel yang dapat menyebabkan tumbuhnya sel kanker.
4. Pengerasan pembuluh darah arteri memicu serangan stroke dan jantung
Mengkonsumsi daging berlebih dapat meningkatkan kadar lemak jenuh dalam tubuh kita. Lemak jenuh tersebut akan menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah. Penyumbatan tersebut menyebabkan timbulnya plak dalam darah hingga dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung.







