Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Ketua NU Bengkulu: Haram Kuliah di Al Zaytun!

Views
×

Ketua NU Bengkulu: Haram Kuliah di Al Zaytun!

Sebarkan artikel ini
Ketua NU Bengkulu: Haram Kuliah di Al Zaytun!
Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Provinsi Bengkulu Prof. Dr. KH. Zulkarnain Dali, M.Pd,

Koma.id – Kontroversi Ponpes Al Zaytun di Indramayu Jawa Barat terus bergulir. Hal ini membuat Ketua NU Bengkulu mengambil sikap bahwa kuliah di Al Zaytun haram.

Keputusan ini menyusul setelah PW NU Jawa Barat menyatakan praktik ibadah di pesantren tersebut menyimpang, kini giliran PW NU Provinsi Bengkulu menyatakan pendapat serupa.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Provinsi Bengkulu Prof. Dr. KH. Zulkarnain Dali, M.Pd, setelah mempelajari praktik yang terjadi di dalam Ponpes Al Zaytun, pihaknya menyatakan bahwa kuliah di Ponpes tersebut hukumnya adalah haram.

“Ada beberapa alasan mengapa kita menyatakan haram kuliah di sana. Sebab, praktik ibadah di Al Zaytun dan pandangan-pandangan pimpinan Al Zaytun bertentangan dengan ajaran Islam dan menyesatkan,” ujar Zulkarnain.

Adapun alasan-alasan tersebut adalah, pertama, dosa berzina bisa ditebus dengan membayar denda uang Rp2 juta.

Dua, saf salat bercampur antara perempuan dan laki-laki. Tiga, perempuan menjadi khatib salat Jumat. Empat, praktik azan menghadap jemaah, bukan menghadap kiblat.

Lima, rencana mendirikan Pondok Pesantren Kristen serta mendirikan gereja di dalam Ponpes Al Zaytun. Enam, mengajak santri menyanyikan lagu yahudi Havenu Shalom Aleichem.

“Ditambah lagi sejumlah pernyataan pimpinan Ponpes Al Zaytun (Panji Gumilang) yang mengatakan Alquran bukan Kalamullah, tapi kalam Nabi Muhammad. Kemudian dia menyebut bahwa tanah suci bukan di Mekkah, tapi di Indonesia juga tanah suci,” tambah Zulkarnain Dali.

Atas dasar alasan-alasan itulah, lanjut Zulkarnain Dali, pihaknya menyatakan bahwa kuliah di Ponpes Al Zaytun adalah haram hukumnya.

Sebab, pandangan dan praktik Ponpes Al Zahtun menyimpang dan sesat. Menurutnya, hal itu berbahaya bagi generasi penerus bangsa karena akan menimbulkan kerusakan.

“Saya kira pandangan-pandangan dan praktik di Ponpes Al Zahytun ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah. apalagi kemarin sudah turun massa melakukan demo. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah harus bertindak tegas,” kata Zulkarnain Dali.

Zulkarnain juga menyayangkan saat aksi demo terjadi, aparat keamanan dibentak-bentak seperti telah melakukan kesalahan besar.

“Padahal aparat itu hanya mengamankan saja tugasnya agar tidak terjadi tindakan-tindakan anarkis,” bela Zulkarnain.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.