Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Dosen Pengelola PKBM Ditangkap Densus 88, Ken Setiawan: Waspada Radikalisme Bisa Menimpa Siapa Saja

Views
×

Dosen Pengelola PKBM Ditangkap Densus 88, Ken Setiawan: Waspada Radikalisme Bisa Menimpa Siapa Saja

Sebarkan artikel ini
Dosen Pengelola PKBM Ditangkap Densus 88, Ken Setiawan: Waspada Radikalisme Bisa Menimpa Siapa Saja
Ken Setiawan. (Foto: YouTube Kilat TV)

Koma.idDensus 88 Anti Teror menangkap terduga teroris berinisial SN di Dusun Susukan Kidul, Desa Gladang, Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur. Berdasarkan informasi yang diterima, SN merupakan seorang advokat, sekaligus dosen dan merupakan pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pendiri NII Crisis Center yang juga seorang mantan aktivis radikalisme menyampaikan bahwa sejatinya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau lebih disingkat dengan PKBM adalah suatu wadah yang sebenarnya bagus untuk masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.

Silakan gulirkan ke bawah

Namun dibalik hal itu, Ken menyebut bahwa virus radikalisme dan terorisme bisa menimpa siapa saja, tidak pandang sisi usia, pendidikan dan profesi.

“Bisa juga menimpa seorang dosen yang juga berprofesi sebagai advokat dan pengelola PKBM. Juga bukan tidak mungkin bisa terpapar virus radikalisme.” tegas Ken, hari ini (4/6/2023).

Ken juga menjelaskan bahwa belum lama ini seorang kepala sekolah dan guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu di beberapa daerah ditangkap Densus 88.

“Ini yang akhirnya mencoreng nama lembaga PKBM dan SDIT seolah semuanya terlibat jaringan terorisme, padahal tidak semuanya terlibat.” tukas Ken.

Ia mengharapkan pemerintah mengevaluasi dan menindak lembaga pendidikan dan pesantren yang tidak jelas. Tujuannya agar paham paham radikalisme tidak bisa menyusup ke lingkungan pendidikan.

“Termasuk mengevaluasi Pesantren Alzaytun di Indramayu yang sudah jelas makar dan menyimpang dari ajaran Islam pada umumnya. Faktanya, seolah ada pembiaran dari pemerintah.” jelas Ken.

Jika tidak tegas, kata Ken, jangan berharap kasus terorisme akan bisa berakhir, ibarat sebuah pohon yang berbuat lalu dipetik buahnya, tapi akarnya tidak dicabut maka setiap musim pohon itu akan tetap berbuat.

“Terorisnya ditangkap, namun pemahaman radikalisme dibiarkan, maka otomatis teroris akan tetap ada dan subur di Indonesia.” tutup Ken.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.