Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Isu Pemilu Proporsional Tertutup Mencuat, SBY & Denny Indrayana Ada Motif Terselubung?

Views
×

Isu Pemilu Proporsional Tertutup Mencuat, SBY & Denny Indrayana Ada Motif Terselubung?

Sebarkan artikel ini
sby
Susilo Bambang Yudhoyono.

Koma.idDenny Indrayana sempat membuat heboh karena melalui twitternya @dennyindrayana, aktivis dan akademisi ini mengatakan ia mendapatkan info pemilu 2024 akan kembali ke sistem proporsional tertutup.

“Pagi ini saya mendapatkan informasi penting. MK akan memutuskan pemilu legislatif kembali ke sistem proporsional tertutup, kembali memilih tanda gambar partai saja. Info tersebut menyatakan, komposisi putusan 6 berbanding 3 dissenting,” tulis Denny.

Silakan gulirkan ke bawah

Atas hal tersebut, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi melalui twitter resminya, @SBYudhoyono memberikan tiga pertanyaan penting kepada MK, jika keputusan ini benar terjadi.

“Pertanyaan pertama kepada MK, Apakah ada kegentingan & kedaruratan sehingga sistem pemilu diganti ketika proses pemilu sudah dimulai?” tanya SBY.

Ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu pun mengingatkan bahwa DCS (Daftar Caleg Sementara) baru saja diserahkan kepada KPU. Sehingga, pergantian sistem pemilu di tengah jalan bisa menimbulkan “chaos” politik.

“Pertanyaan kedua kepada MK, Benarkah UU Sistem Pemilu Terbuka bertentangan dgn konstitusi?” tanya dia lagi.

Ia menambahkan, kalau MK tidak memiliki argumentasi kuat bahwa Sistem Pemilu Terbuka bertentangan dengan konstitusi sehingga diganti menjadi tertutup, mayoritas rakyat akan sulit menerimanya.

“Ketiga, sesungguhnya penetapan UU tentang sistem pemilu berada di tangan Presiden & DPR, bukan di tangan MK,” tambah mantan presiden Indonesia tersebut.

Berdasarkan itu, SBY dan Denny Indrayana dinilai punya motif terselubung dibalik pengungkapan putusan MK soal sistem pemilihan umum yang katanya proporsional tertutup. Ketua Umum Ganjarian Spartan Guntur Romli pun menanggapi sikap SBY ini.

Menurut dia, SBY petinggi Demokrat sebagai ketua dewan Pembina dan Ketua Majelis tinggi Partai Demokrat sudah menggoreng-goreng isu ini hingga dikaitkan dengan PK Demokrat kubu Moeldoko di MA.

“Kalau kita mau cerdas menyikapi, kelakuan Denny Indrayana dan SBY sebenarnya bukan soal substansi putusan MK, apakah terkait sistem pemilu mau proporsional tertutup atau terbuka,” kata dia.

“Tapi isu ini hanya dipakai untuk kepentingan sepihak Deni Indrayana dan SBY sendiri,” tambahnya.

Kalaupun benar sudah ada putusan MK, Guntur Romli menilai bahwa Denny Indrayana bisa dikenai pasal pidana membocorkan rahasia negara.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.