Koma.id – Direktur Tipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengungkapkan, tim siber Polri diterjukan untuk mengamankan gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim tersebut tergabung dalam Satgas Pengamanan KTT ASEAN.
“Tim Siber tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum dengan formasi kekuatan personel dan peralatan khusus sama seperti pelaksanaan G-20,” kata Adi Vivid dikutip Selasa (9/5/2023).
Frans Freddy Soroti Kericuhan Diskusi di UGM: Kampus Harus Jadi Arena Adu Gagasan, Bukan Adu Emosi
Menurut Vivid, pengamanan siber akan dilakukan serupa dengan pengamanan saat pelaksanaan KTT G-20. Hanya saja kini dibentuk Posko Siber berkolaborasi dengan komunitas siber pemerintah.
Ghilman Hanif Ingatkan Kritik Mahasiswa Harus Jadi Bahan Evaluasi, Bukan Ancaman bagi Pemerintah
“Yang membedakan sekarang di Posko Siber, bergabung juga rekan-rekan dari Kementerian Informasi, BSSN, Bais dan Siber TNI,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Fadil Imran satuan yang dilibatkan dalam pengamanan KTT ASEAN ini terdiri dari unsur Mabes Polri, dan unsur Polda NTT, yakni sebanyak 2.627 personel.
Dari jumlah tersebut dibagi menjadi delapan Satgas Operasi Komodo 2023 yang akan dipimpin jenderal bintang satu. Mulai dari Satgas Preemtif, Preventif, Walrolakir, Tindak, Gakkum, Anti Teror, Humas, dan Banops.
“Satgas ini akan dikendalikan oleh command center, dimana di command center tersebut berkantor Kaposko dan Kaminops yang akan mengendalikan dan mengatur mengkoordinasikan keterpaduan pengamanan Polri,” jelas Fadil dalam keterangannya, Rabu (3/5/2023).













