Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Ken Setiawan : Pelaku Teror di Kantor MUI Diduga Kelompok NII

Views
×

Ken Setiawan : Pelaku Teror di Kantor MUI Diduga Kelompok NII

Sebarkan artikel ini
Ken Setiawan : Pelaku Teror di Kantor MUI Diduga Kelompok NII

Koma.id – Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan menduga bahwa pelaku penembakan di kantor MUI adalah pendukung NII AQ Hasan Baraja atau dikenal dengan kelompok Khilafatul Muslimin.

Sebagai informasi, NII AQ Hasan Baraja dengan NII Panji Gumilang sama-sama memperjuangkan negara Islam, bedanya NII AQ Hasan Baraja memakai bendera Khilafatul Muslimin dan NII Panji Gumilang menggunakan Pesantren Alzaytun

Silakan gulirkan ke bawah

“Jadi cuma wadahnya saja yang beda, isinya sama sama tetap NII.” tegas Ken, hari ini.

“Kebetulan penyerangan di kantor MUI itu bertepatan dengan pengumuman terkaut dengan hasil penelitian MUI yang menjelaskan ada hubungan antara NII dan Pesantren Alzaytun.” imbuh Ken.

Ken kembali menyinggung terkait Abdul Qadir Hasan Baraja merupakan tokoh NII yang berafiliasi dengan kelompok terorisme. Diketahui AQ Hasan Baraja tercatat dua kali masuk bui lantaran terlibat dalam aksi terorisme di Indonesia, diantaranya adalah kasus peledakan bom borobudur.

“Kini AQ Hasan Baraja membuat kelompok baru namanya Khilafatul Muslimin dan menunjuk dirinya sebagai Kholifah atau wakil Allah pemimpin umat Islam sedunia.” beber Ken.

Menurut Ken, saat ini AQ Hasan Baraja di tahan di Polda Metro Jaya setelah ditetapkan tersangka kasus kegaduhan setelah viral konvoi kelompok Khilafatul Muslimin.

“Kebetulan MUI pada saat itu juga cukup keras mengkritik Khilafatul Muslimin, sehingga sasaran pelaku adalah ingin meminta keadilan kepada Kapolda Metro Jaya dan MUI terhadap pimpinan Khilafatul Muslimin yang dianggap mereka sebagai pihak yang terdzolimi, berharap AQ Hasan Baraja bisa dibebaskan.” tandasnya.

Ken meyakini bahwa hampir semua anggota Khilafatul Muslimin itu menganggap telah terjadi kriminalisasi terhadap AQ Hasan Baraja dan menganggap terdzolimi oleh Polda Metro Jaya dan MUI.

Diketahui bahwa pelaku penyerangan kantor MUI juga mengaku sebagai nabi, ini juga sesuai dengan doktrin NII yang menganggap bahwa kenabian belum ditutup oleh Nabi Muhammad SAW

Dalam doktrin NII, jelas Ken, Nabi itu seperti seorang lurah, orangnya boleh meninggal tapi jabatan akan terus berlanjut sampai kiamat, makanya para pengikut kelompok NII dan pecahan baru NII juga mengaku sebagai nabi baru. Ujar Ken.

“Orang-orang yang sudah bergabung ke NII sangat berpotensi menjadi pelaku teroris, seperti sebelumnya ada wanita yang ditangkap aparat juga membawa senjata yang menerobos Istana.” tegasnya.

Ken menjelaskan bahwa orang yang sudah bergabung ke NII itu seakan hilang akal sehatnya.

“Dibilang waras tapi kejiwaaanya sakit, dibilang sakit jiwa tapi kelihatan waras.” jelas Ken.

Ken berharap pemerintah dan aparat menindaklanjuti hasil temuan MUI dan Kemenag tentang NII dengan mengusut tuntas ajaran sesat dan menyesatkan termasuk Pesantren Alzaytun yang viral dengan madzhab baru Bung Karno dan Khilafatul Muslimin, sebab sampai kini ajarannya ternyata masih berkembang dimasyarakat.

“Apapun namanya NII, mau NII Panji Gumilang atau NII AQ Hasan Baraja, kalau mau mendirikan negara di dalam negara tetap tidak dibenarkan, itu makar yang dilarang oleh agama dan dilarang oleh negara.” tutup Ken.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.