Koma.id – Anggota DPR RI Ahmad Sahroni memberikan respons terkait peristiwa penyerangan Mapolres Jeneponto oleh oknum TNI, pada Kamis (27/4/2023) sekitar pukul 01.45 Wita dinihari.
Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu, untuk menghentikan pertikaian antara kedua institusi tersebut, Presiden Jokowi harus turun tangan.
“Pak Presiden Jokowi maaf, bapak harus panggil bapak-bapak pimpinan 2 Institusi besar tersebut. Kalau tidak, akan berlarut-larut,” ujar Sahroni dalam keterangannya (27/4/2023).
Untuk diketahui, DPR RI melalui Komisi III (Bidang Hukum, HAM, dan Keamanan) memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja Lembaga pemerintahan.
Sebelumnya, Markas Polres Jeneponto di Jalan Hasanudin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu diserang ratusan orang yang diduga Oknum TNI pada Kamis (27/4/2023) sekira pukul 01.45 Wita.
Dari informasi yang diterima, sekitar pukul 01.45 wita, terjadi penyerangan terhadap Mapolres Jeneponto yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI.
Ratusan orang tersebut melempari ruangan Propam Polres Jeneponto dengan batu dan bom molotov. Bukan hanya ruang Propam Polres Jeneponto, Masjid Asy Syurti yang berada di lokasi yang sama juga terkena sasaran penyerangan.
Dalam video yang beredar, ruangan Propam Polres Jeneponto rusak. Termasuk kaca jendela hampir di sekeliling ruangan tersebut. Sejumlah bongkahan batu pun berserakan di dalam ruangan Propam.












