Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Medan Terjal Hutan Belantara Demi Menumpas KKB, Brimob Banjir Dukungan Warganet!

Views
×

Medan Terjal Hutan Belantara Demi Menumpas KKB, Brimob Banjir Dukungan Warganet!

Sebarkan artikel ini
Medan Terjal Hutan Belantara Demi Menumpas KKB, Brimob Banjir Dukungan Warganet!

Koma.id – Terjawab sudah kenapa KKB sepertinya sulit ditangkap. Medan di wilayah Papua yang berbukit, gunung, hutan belantara, jurang serta belum adanya akses untuk memobilisasi pasukan dalam jumlah besar menjadi faktor KKB sepertinya begitu kuat. Padahal kekuatan KKB hanya segelintir.

Kapendam XVII/Canderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, mengatakan lokasi persembunyian KKB jauh didalam hutan dan susah dijangkau. Bahkan, pemerintah setempatpun kesulitan menjangkau wilayah itu.

Silakan gulirkan ke bawah

Unggahan video akun@wearebrigade4518 berjudul Pasukan Brimob Kerja Nyata Membelah Hutan Papua, memperlihatkan betapa sulitnya medan operasi yang harus mereka tempuh untuk mencari KKB.

Pasukan elit Polri itu harus membelah belantara hutan Papua yang masih perawan dipenuhi binatang buas. Belum lagi cuaca pegunungan yang dingin membeku hingga terjalnya jurang yang harus dituruni.

Para prajurit Korp Brimob bersusah payah menuruni jurang air terjun yang terjal dan licin. Salah sedikit nyawa jadi taruhan. Jurang menganga di kiri kanan tebing serta bebatuan besar di bawah jurang siap menelan dan menghempaskan tubuh mereka.

Apalagi perlengkapan yang dipakai bukan standar penurunan tebing. Dipastikan akan sangat sulit melalui medan yang licin hanya memakai sepatu bot ataupun sepatu lapangan yang bagian telapaknya keras.

Selain menjaga keseimbangan, mereka juga harus menyelamatkan senjatanya dari terjatuh.vBelum lagi KKB yang lebih mengenal medan, setiap saat bisa muncul dan menyerang. Namun, semua tantangan itu sepertinya tidak dihiraukan. Tugas menjaga keutuhan NKRI harus ditegakkan.

Sayangnya, masih ada saja warga yang meragukan pengorbanan mereka.

“Kalau jatuh mau jadi apa. Kau bilang Brimob makan tidur? Matamu itu,” suara dalam video seperti menjawab tudingan miring perihal korp mereka.

Video ini mendapat dukungan warganet. Mereka memberi semangat dan pujian untuk Korp Brimob yang tidak pernah berhianat dan siap membela NKRI sampai mati.

“Seluruh Indonesia tahu kalau BRIMOB pasukan setia NKRI. Tidak pernah berhianat. Salam Brigade,” tulis akun Hamba Allah.

Sementara dalam tayangan lain, KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) kocar-kacir. Satgas Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak Kostrad berhasil menemukan lokasi persembunyiannya. Letupan suara senapan prajurit TNI Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak Kostrad membuat ciut nyali KKB. Tungganglanggang KKB berlarian masuk ke dalam hutan tanpa memberikan tembakan balasan.

Video ini diunggah akun instagram@raja_aibon-kogila, kamis 27 April 2023 sore. Lokasi video di Intan Jaya, Papua.

Dalam tayangan video, mula-mula ada 2 anggota KKB sedang berjalan. Tiba-tiba langkah mereka terhenti. Keduanya nampak merasakan ada pergerakan musuh mengintai. Sejurus kemudian, keduanya seperti mendengar suara letusan senjata.

Merekapun tungganglanggang berlarian sampai ke tiba di rumah adat Papua. Ternyata disini ada dua rekannya sesama KKB. Melihatnya rekannya berlarian, kedua KKB inipun langsung ngacir ke hutan. Nyali KKB saat itu benar-benar hancur.

Video ini nampaknya direkam dari atas menggunakan drone. Sementara itu, posisi KKB saat ini benar-benar terdesak. Mereka saat ini terus diburu pasukan TNI/Polri.

Pola-pola tak manusiawipun dipakai. KKB atau Kelompok Kriminal Bersenjata melibatkan unsur pelajar SMP dan SMA. Mereka diperintahkan menyerang prajurit TNI/Polri.

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman mengungkapkan, tak hanya menggunakan anak-anak dan wanita, KKB ternyata menggunakan para pelajar sebagai tameng dan pasukan untuk menyerang TNI/Polri .

KKB ini menyambangi sekolah-sekolah dan mengajak para pelajar itu untuk menyerang TNI/Polri. Anak-anak diprovokasi tidak boleh sekolah, mereka dipaksa bergabung dengan KKB. Jika menolak KKB tak segan menyakiti atau menghabisinya. Karenanya, Herman mengajak masyarakat tidak terprovokasi aksi KKB.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.