Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Ken Setiawan: Kakak Bima ‘Awbimax’ Diduga Pernah Terjerat Kasus Penipuan Modus Negara Islam Indonesia (NII)

Views
×

Ken Setiawan: Kakak Bima ‘Awbimax’ Diduga Pernah Terjerat Kasus Penipuan Modus Negara Islam Indonesia (NII)

Sebarkan artikel ini
Ken Setiawan: Kakak Bima ‘Awbimax’ Diduga Pernah Terjerat Kasus Penipuan Modus Negara Islam Indonesia (NII)
Ken Setiawan. (Foto: YouTube Kilat TV)

Koma.id – Kritik pedas Bima Yudho alias Awbimax terhadap Pemerintah Lampung viral dan menghiasi jagat media sosial. Imbasnya adalah kehidupan Bima Yudho dan keluarganya dikorek oleh warganet. Salah satunya adalah tentang kakak Bima Yudho yakni Anggun Psikiatri yang diduga tersandung kasus penipuan terkait dengan organisasi Negara Islam Indonesia (NII).

Bahkan pada tahun 2011 silam, kabarnya Anggun Psikiatri pernah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan oleh Polda Lampung atas kasus NII tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center yang juga mantan komandan NII, Ken Setiawan menyampaikan bahwa tahun 2011 memang ramai kasus penipuan modus kelompok NII.

Rata rata anggota NII yang sudah berbaiat atau sudah melakukan sumpah setia itu akan menipu teman dan kerabat terdekat karena tuntutan infak yang begitu besar dan harus terpenuhi

“Modus penipuan biasanya menggunakan skenario pura pura kehilangan barang, kamera digital, nabrakin motor, nabrakin mobil dll. Untuk meyakinkan korban, biasanya mengajak teman dan dibekali dengan surat-surat palsu.” tegas dia.

Bahkan bukan hanya teman, keluarga terdekat pun juga akan ditipu karena keluarga yang belum berbaiat di NII juga akan dianggap kafir, boleh dicuri dan boleh ditipu walaupun adalah orang tua sendiri.

Ken mengaku pernah mendapatkan laporan korban dari mahasiswi di beberapa kampus di Lampung, termasuk di UIN Lampung dan Universitas Lampung yang terpapar NII, bahkan ada yang dari S2 juga yang terpapar.

“NII itu seperti virus, bisa menimpa siapa saja, tidak pandang sisi ekonomi, pendidikan dan profesi, pokoknya orang yang terpapar NII biasanya bodoh mendadak.” tandas Ken.

Ken Setiawan berharap pusat NII di Pesantren Alzaytun Indramayu di tindak pemerintah, jangan sampai dibiarkan karena bisa membahayakan generasi muda, orang yang sudah terpapar NII akan menjadi benci kepada pemerintah, intoleran terhadap orang yang beda kelompok, termasuk berpotensi melakukan aksi terorisme karena ibu kandung kelompok terorisme di Indonesia adalah NII dan Salafi Wahabi.

“Anak muda yang terpapar NII akan dirusak ekonominya, dirusak ahlaknya dan dihancurkan masa depannya. Ini adalah kejahatan kemanusian atas nama agama.” tutup Ken.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.