Koma.id – Kedaulatan Papua tak bisa ditukar dengan Kapten Susi Air yang saat ini disandera KKB. KKB OPM itu hanya segelintir orang, sedangkan rakyat Papua yang pro NKRI itu lebih banyak. Bahkan sangat banyak.
YouTuber asal Papua, Krisyanto Yen Oni menuding penyanderaan pilot Susi Air adalah skenario besar KKB Papua yang bisa mengguncang dunia.
Heboh “Sale Indonesia” hingga “Buang Rupiah”, Haris Moti: Tidak Membangun Kedaulatan Bangsa
“Kalau kalian itu mau menukar wilayah kedulatan NKRI hanya dengan Kapten Susi Air, karena kalian sudah kong kalikong dengan pemerintah New Zealand untuk memainkan sandiwara ini,” tegas dia di akun YouTube @Krisyanto Yen Oni, Senin, 24 April 2023.
“Pesan saya, jangankan satu Papua, satu jengkal saja wilayah di dalam wilayah kedaulatan NKRI tidak bisa anda tukarkan dengan apapun. Tidak bisa anda ajak berunding dengan seorang kapten Susi Air,” tegas Krisyanto Yen Oni.
“Saya berharap kiranya ini jadi perhatian pemerintah Indonesia, dan juga aparat TNI-Polri,” ujarnya.
Menurutnya, dari versi KKB OPM bahwa kapten Susi Air itu ditangkap dan disandera, namun berbeda dengan penjelasan dari TNI.
Krisyanto Yen Oni mengaku lebih percaya pada pernyataan Panglima TNI, bahwa pilot Susi Air itu melarikan diri.
“Mengapa saya katakan begitu, karena ada satu video di flatform TikTok yang saya lihat. Mereka (KKB) menggelar konfrensi pers, dimana kapten Susi Air disuruh buat pernyatan, tidak boleh ada penerbangan di Papua.” sambungnya.
Ia mengatakan bahwa Kapten Susi Air ini disuruh bikin pernyataan, jika dia akan dilepaskan jika ada perundingan yang mengarah pada topik Papua Merdeka.
” Dan kemudian ada lagi video pimpinan OPM, yaitu Jeffery Bomanak yang. menyatakan bahwa OPM sudah menyodorkan syarat untuk perundingan tersebut.” tandasnya.
Menurut Krisyanto Yen Oni pernyataan itu sama dengan apa yang diutarakan pilot Susi Air itu.
Diungkap Krisyanto Yen Oni bahwa dalam video itu disebutkan bahwa pemerintah New Zealand sudah datang, dan minta jangan ada operasi penyelamatan warga mereka, “wah ini keren sekali,” cetusnya.
Krisyanto Yen Oni bahkan curiga, pilot yang disandera ketika dalam video KKB terlihat sehat wal afiat, badannya bersih mulus, tanpa ada cedera, mulus.
“Jadi gejala-gejala orang disandera itu seperti apa?,” ujranya bertanya.
“Pasti ada bekas-bekas goresan…pasti ada bekas bahwa gejala bahwa orang itu sedang disandera, sedang ditawan…” ungkapnya.
”Kita lihat kondisi pilot..badannya bersih mulus…sehat walafiat tanpa kekurangan sesuatu apapun..,” tambahnya.
Jadi lebih masuk akal penjelasan Panglima TNI bahwa pilot Susi Air itu itu melarikan diri bukan disandera.. “Saya pikir ini ada benang merahnya..”, jelasnya.
Menurut Krisyanto Yen Oni, pilot Susi Air ini dari Selandia Baru, dan negara yang mendukung Papua Merdeka itu termasuk New Zealand.
Bisa kita melihat benang merahnya disini, penyanderaan Kapten Susi Air oleh KKB adalah drama belaka,
Mereka mengatakan, baru mau melepaskan pilot Susi Air, jika pemerintah mau memenuhi syarat-syarat untuk membebasakn pilot Susi Air tersebut.
“Mohon maaf kalau saya kasar pada orang-orang OPM.” ungkap dia.
Krisyanto juga heran dengan pernyatan pemerintah New Zealand yang melarang TNI-Polri melakukan operasi militer untuk menyelamatkan warganya.
“Ini patut menjadi tanda tanya…ini pernyatan macam apa…Itu artinya mereka memang sengaja membuat skenario ini, bahwa yang akan menjadi korbannya adalah Kapten Susi Air yang dari New Zealand ini,” prediksinya.
Menurut Krisyanto Yen Oni, KKB juga punya tujuan yang bisa menguncangkan dunia.
“Ini perlu jadi perhatian pemerintah dan aparat TNI-Polri,” cetusnya.
Atas kejadian penyanderaan pilot Susi Air ini, akibatnya kapten-kapten Susi Air yang lain jadi ketakutan untuk terbang.
“Ini ada sesuatu yang tidak beres…,” tudingnya.
Karena pilot-pilot itu tidak terbang maka masyarakat Papua yang tinggal di pegunungan akan mati kelaparan semua, ini tujuan mereka.
Karena yang mengantar bahan makanan pada masyarakat Papua di daerah pengunangan adalah pesawat Susi Air. “Warga disana terancam kelaparan,” sebutnya.
Ketika ini terjadi, maka Papua akan menarik perhatian dunia, dan PBB akan turun tangan.
“Mohon ini menjadi perhatian…”, pinta Krisyanto Yen Oni.
Meskipun ini hanyalah sebuah drama yang dimainkan OPM dan negara-negara provokator, akan membuat pemerintah Indonesia terpojok..
“Tolong bapak presiden, bapak panglima TNI, bapak Kapolri, tolong supaya menyikapi ini…agar bingkai Bhineka Tunggal Ika ini tidak terkoyak lagi untuk yang kedua kalinya…Timor Leste pernah lepas…,dan jangan pernah itu terjadi lagi,” tandasnya.













