KOMA.ID – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas blak-blakan soal rencana Anas Urbaningrum yang semula akan bebas pada 10 April 2023 dan berganti 11 April 2023 (demi keamanan). Dan dampak buat stabilitas politik Demokrat jelang Pemilu 2024.
Fernando Emas melihat ada kekhawatiran dan was-wasnya pada stabilitas keluarga SBY bukan pada stabilitas Partainya Demokrat. Apalagi, jika Anas Urbaningrum ada niat akan membongkar skandal yang dulu menjeratnya tersebut diduga ada keterlibatan keluarga SBY.
Kapolri Tanggapi Seruan Reformasi Jilid II, Minta Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Tertib
“Yang disampaikan oleh Mas Anas tentunya disini, saya melihat bukan stabilitas dari Partai Demokratnya tetapi stabilitas keluarga Pak SBY. Bagaimana nanti disini misalnya keterlibatan Mas Ibas (anak SBY) terhadap sebuah kasus ini kan sangat berpengaruh terhadap keluarga Pak SBY,” tegas Fernando Emas saat dikonfirmasi KOMA.ID, hari ini.
Menurutnya, jika organisasi yang sehat tidak akan terpengaruh oleh keadaan ataupun situasi dari keluarga tertentu juga orang tertentu. Misalnya seperti pada saat terjadinya tersangka Anas Urbaningrum pada saat itu.
“Kan tidak begitu terlalu mengganggu situasi di Partai Demokrat, bagaimanapun juga kita bisa melihat Partai Demokrat tetapi bisa berjalan dan sampai saat ini masih tetap eksis sebagai Partai yang duduk di legislatif,” tuturnya.
Terkait yang diharapkan publik adanya kejutan Anas Urbaningrum dengan melakukan manuver politik melawan Demokrat, Fernando Emas memiliki harapan agar Anas bisa membuka kasus dulunya mengenai kasus dugaan korupsi Hambalang itu secara terang benderang.
“Jadi apa yang pernah disampaikan bukan secara terang benderang, sampaikan kepada KPK siapa-siapa saja yang terlibat dan apakah benar Mas Ibas terlibat? Ya seharusnya ini yang dibongkar. Jadi bukan tujuannya untuk menyerang seseorang tetapi membuka kasus yang selama ini tertutupi, yang belum terbuka jadi bukan menyerang personal ya tetapi bagaimana Mas Anas berpihak terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia,” bebernya.
Jika itu dilakukan Anas ketika keluar dari LP dan membukanya secara terang benderang, Fernando Emas mengaku akan sangat mengapresiasi nya. Apalagi dengan membawa bukti-bukti dan informasi yang dimilikinya.
Masih kata Fernando Emas, jika keberadaan Anas Urbaningrum menghirup udara bebas juga kurang begitu berpengaruh di Partai Demokrat. Karena Anas bukan lagi bagian dari Partai Demokrat yang bisa menggerus suara. Hal berbeda jika Anas Urbaningrum membeberkan informasi dan membuktikan adanya keterlibatannya Ibas atau siapapun kader Demokrat yang masuk dalam pusarannya maka itu bisa berdampak menggerus suara pada Pemilu 2024.
“Karena kasus korupsinya menimpa beberapa kader, akhirnya membuat suara Partai menjadi anjlok begitu drastisnya,” katanya.
Dia juga merespons tantangan Demokrat agar Anas Urbaningrum bisa buka-bukan. Kata Fernando, tantangan tersebut harus di terima dengan terbuka secara lebar dan diharapkan Anas tak gentar, dan tidak takut jika memiliki bukti yang dimilikinya. Dan sampaikan informasi tersebut ke penegak hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Pimpinan KPK juga sudah berganti, dan diharapkan akan membuka secara terang benderang apa yang disampaikan oleh Mas Anas Urbaningrum agar bisa ditindaklanjuti lebih serius lagi. Dalami sampai benar-benar tuntas ini masalah korupsi Hambalang yang kini mangkrak tersebut,” jelasnya.
ANIES DISERET-SERET KE PUSARAN ANAS URBANINGRUM & MOELDOKO, AHY DIMINTA JANGAN PANIKAN
Dia juga menyoroti sikap AHY yang terlalu lebay (berlebihan), panikan soal adanya tudingan Demokrat yang menyebut Anas Urbaningrum dan Moeldoko bermanuver untuk mengganggu Anies agar gagal nyapres 2024.
“Mas AHY itu sebenarnya jangan terlalu panikan dan saya berharap sebenarnya perlu semakin cerdas dalam menghadapi persoalan semakin pintar dalam menghadapi persoalan. Karena jangan sampai sedikit sedikit menuduh, menuduh pihak lain misalnya dengan Pak Moeldoko mengajukan PK dianggap untuk menghambat Mas Anies, begitu juga Mas Anas akan menghambat Mas Anies. Jadi jangan sampai itu dijadikan sebuah celah untuk melancarkan ambisi Mas AHY untuk menjadi cawapres. Karenakan ini coba menarik hati Mas Anies sebenarnya dengan membawa-bawa Mas Anies dalam persoalan ini,” pungkasnya













