Koma.id – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas berharap kepada tokoh-tokoh agama supaya membangun lagi rekonsiliasi karena bagaimana pun juga mereka berperan penting meredam politik identitas.
“Karena nilai yang terbangun tentang sebuah agama yang berpengaruh terhadap Pilkada itu dipengaruhi oleh tokoh-tokoh agama termasuk tidak akan mensholatkan orang-orang yang mendukung calon yang non muslim, ini kan bisa diterima karena tokoh agama yang menyampaikan,” kata Fernando Emas dalam podcast Koma ‘Politik Identitas di Pemilu 2024 Diharamkan?’, Rabu (5/4/2023).
Pihaknya juga berharap tokoh agama yang berperan penting melakukan rekonsiliasi ini sampai tuntas secara khusus di Jakarta. Tetapi dia berharap ke depan tokoh-tokoh agama secara nasional harus juga melakukan hal ini.
“Jadi negara harus tegas terhadap siapapun tokoh-tokoh agama yang membangun narasi-narasi agama untuk kepentingan politik agar ditertibkan,” jelasnya.
“Termasuk saya sangat mendukung misalnya tokoh-tokoh agama penceramah dilakukan sertifikasi agar apa supaya seperti yang baru terbongkar misalnya,” kata dia.
“Ada penceramah yang ternyata hanya lulusan tidak pernah lulusan sekolah agama sehingga pemahaman agama berdasarkan tafsirnya sendiri,” tukasnya.









