Koma.id – Effendy Choirie, Ketua DPP Partai Nasdem, merespons Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait sikapnya yang enggab mendukung Anies baswedan dan Koalisi Perubahan karena dianggap memakai politik identitas.
Menurut Gus Choi, panggilan akrab Effendy Choirie, sikap para politisi itu dinilai selalu menciptakan permusuhan. Gus Choi merasa heran, kenapa PSI selalu mengaitkan Anies Baswedan dengan politik identitas jelang Pilpres 2024.
“Politisi kok merasa paling benar sendiri. Selalu menciptakan permusuhan. Rusak negara ini kalau dipimpin sekelompok manusia yang selalu menciptakan permusuhan.” ungkap Gus Choi.
Gus Choi menilai bahwa PSI hanya melakukan framing. Ia juga menyinggung terkait politik di Indonesia yang harus sesuai dengan Pancasila.
“Di Indonesia tidak ada tempat bagi kaum nasionalis sekuler. Di Indonesia sesuai falsafah Pancasila, harus menjadi kaum nasionalis religius. Politik dan negara tanpa nilai-nilai agama akan menjadi lumpuh dan menjadi sekuler, berbahaya untuk Indonesia.” tegas dia.
DPR Gelar Rapat Tertutup Dengan BGN, Tetapi Anggaran MBG 2027 Masih Jadi Tanda Tanya Besar
Sebelumnya PSI diberitakan tak akan bergabung dengan Koalisi Perubahan. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie di kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (7/3/23).
Grace sendiri mengatakan PSI tak ada masalah personal dengan Anies Baswedan. Namun ia menyinggung soal politik identitas yang menyebabkan masyarakat bermusuhan.













