Koma.id – Adi Prayitno, Pengamat politik Universitas UIN Syarif Hidayatullah, menyoroti label politik identitas yang menempel di bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan, Anies Baswedan. Citra ini, menurutnya bakal berdampak serius.
Pasalnya, menurut Adi, label politik identitas menjadi kelemahan untuk partai pendukung Anies, terutama NasDem. Jelas ini akan dijadikan alat bagi lawan politiknya menjelang Pilpres 2024.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
“Satu sisi Anies terlihat ingin menjauh dari isu yang berbau politik identitas,” kata Adi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (17/2/2023).
Namun di sisi lain, ia melihat isu tersebut digunakan Partai Ummat sebagai salah satu instrumen dalam merebut kemenangan. Dukungan partai Ummat bisa berbahaya jika menyeret Anies Baswedan yang sedang menjadi primadona.
“Saat bersamaan Partai Ummat menggaungkan politik identitas. Ada kebingungan yang ditangkap publik. Kalau emang pengen menjauh dari politik identitas enggak perlu datang ke Partai Ummat,” tegas dia.
Adi juga menilai manuver ‘halus’ NasDem menjalin komunikasi dengan sejumlah partai semata-mata untuk memperkuat koalisi yang sedang dibangun oleh Surya Paloh sebagai inisiator pencalonan Anies Baswedan.
“Anies agak beda dengan partai Ummat yang suka menyerang Jokowi, sejak dideklarasikan sebagai capres dari NasDem, sekalipun dianggap sebagai antitesa Jokowi, Anies tidak pernah frontal, Anies tidak pernah terbuka menyerang Jokowi,” pungkasnya.













