Koma.id – Suplai senjata kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua ternyata tidak lepas dari Filipina dan negara tetangga, Papua Nugini. Para pemasok senjata ini melakukan transaksi di dua negara tersebut.
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri tegas minta agar jalur transportasi laut dan wilayah perbatasan, dijaga ketat aparat gabungan terutama Polri. mengantisipasi upaya penyelundupan senjata api dan amunisi dari negara luar masuk ke Papua.
“Negara PNG dan Filipina menjadi target utama para pelaku untuk melakukan transaksi jual beli senjata api,” kata Mathius, Senin (23/01).
Pengadilan Militer Jatuhkan Vonis 1,5 hingga 3 Tahun kepada Penyiram Air Keras Andrie Yunus
Ia menyebut bahwa penyelundupan senjata melalui jalur laut sangat rentan masuk dari Filipina.
Selain itu, di Papua sendiri ada lima wilayah kabupaten yang menjadi pintu masuk penyelundupan senjata api beserta amunisi, yakni Kota Jayapura, Keerom, Nabire, Boven Digoel dan Pegunungan Bintang.
Kapolda juga telah memerintahkan Satgas Damai Cartenz beserta Polres jajaran mengusut kasus penyelundupan senjata api.
“Saya sudah minta satgas Damai Cartenz dan Polres membuka jaringan senjata api di wilayah Selatan, termasuk wilayah perbatasan Jayapura dan Pegubin,” pungkasnya.













