Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Kelebihan & Kekurangan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

Views
×

Kelebihan & Kekurangan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

Sebarkan artikel ini
Kelebihan & Kekurangan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
Ilustrasi Pemilu Serentak 2024.

Koma.id – Sistem pemilu proporsional yaitu sistem pemilihan dengan jumlah penduduk berimbang dengan jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di daerah pemilihan (dapil), dikutip dari Sistem Pemilu di Indonesia oleh Jerry Indrawan, SIP, MSi (Han). Sistem ini diterapkan antara lain di Indonesia dan Swiss.

Sedangkan sistem pemilu proporsional tertutup merupakan salah satu jenis sistem pemilu proporsional. Artinya, hanya memungkinkan masyarakat memilih partai politiknya saja, bukan calon wakil rakyat secara langsung. Saat pemilu dengan sistem ini, pemilih hanya mencoblos tanda gambar atau lambang partai dalam surat suara karena tidak tersedia daftar kandidat wakil rakyat di surat suara.

Silakan gulirkan ke bawah

Pada sistem pemilu proporsional tertutup, kursi wakil rakyat akan diberikan pada para calon berdasarkan nomor urut, seperti dikutip dari Sistem Pemilu Proporsional Terbuka Pasca Amandemen UUD NRI 1945 oleh Jamaluddin.

Sedangkan sistem pemilu proporsional terbuka adalah sistem pemilu dengan pemilih dapat mencoblos nama atau foto kandidat langsung yang dicantumkan di surat suara.

Pada sistem pemilu proporsional terbuka, partai politik menyediakan daftar kandidat wakil rakyat untuk dimasukkan ke surat suara. Kandidat yang meraih suara terbanyak lalu terpilih sebagai wakil rakyat, seperti dikutip dari Buku Ajar Komunikasi Politik oleh Khoirul Muslimin.

Berikut kelebihan dan kekurangan sistem pemilu proporsional tertutup dan terbuka seperti dirangkum dari sumber di atas dan Evaluasi Sistem Pemilu di Indonesia 1955-2019 oleh M Nizar Kherid, SH MH:

Kelebihan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
1. Mendorong peningkatan peran partai politik dalam kaderisasi sistem perwakilan
2. Mendorong institusionalisasi partai politik
3. Mempermudah penilaian kinerja partai politik
4. Menekan politik uang ke masyarakat dan korupsi politik
5. Kekurangan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
6. Pengkondisian mekanisme pencalonan kandidat wakil rakyat yang tertutup
7. Menguatnya oligarki dan nepotisme di internal partai politik
8. Terbukanya potensi politik uang di internal partai dalam bentuk jual-beli nomor urut
9. Kurangnya kedekatan calon wakil rakyat dengan pemilih
10. Calon wakil rakyat kurang aspiratif
11. Pendidikan politik berkurang bagi masyarakat

Kelebihan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
1. Mendorong calon lebih dekat pemilih
2. Mengurangi nepotisme
3. Meningkatkan sistem perwakilan di DPR

Kekurangan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
1. Meningkatnya ongkos politik dan korupsi-kolusi sistematis
2. Kurangnya standar kualifikasi pencalonan
3. Kurangnya peran dan gagasan partai politik

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Mada Sukmajati berpendapat bahwa penerapan sistem pemilu proporsional tertutup pada pemilu legislatif 2024, sistem ini cocok diterapkan pada penyelenggaraan pemilu serentak.

Ia menggarisbawahi, perlu ada pemilu pendahuluan atau proses kandidasi di internal partai politik yang memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi.

Edukasi masyarakat juga penting agar para pemilih mengenal nama-nama yang dicalonkan para partai kendati pemilihan umum menggunakan sistem pemilu proporsional tertutup.

“Jadi, proses pencalonan dari internal masing-masing partai yang kita dorong dengan tiga prinsip tadi meskipun itu dilaksanakan secara tertutup. Ketika memilih tidak ada gambar tidak apa-apa karena ada proses pendahulu yang bisa menjamin,” kata Mada, dikutip dari laman UGM, Senin (9/1/2023).

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.