Koma.id– Analis kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai dinamika politik nasional pasca-pelantikan Presiden Prabowo Subianto lebih mencerminkan pertarungan kekuasaan antara Prabowo dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bukan dengan tokoh oposisi lainnya.
Bahkan dalam pernyataannya di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Jumat (3/7/2026), Said Didu secara terbuka mengaitkan safari politik Jokowi di Lampung dengan persaingan politik yang disebutnya telah memasuki fase “to kill or be killed”.
Peternak Menjerit Gegara Harga Telur Anjlok
Ia juga berpendapat Jokowi menjadi simbol kelompok oligarki, koruptor, dan “geng Solo”, serta mengklaim safari politik tersebut berpotensi didukung oleh berbagai kelompok berkepentingan, termasuk oligarki.
HSBC Masih Lihat Potensi Kenaikan Emas
“Saya menduga betul akan bergabung solo oligarki parcok. Bergabung di situ pasti para koruptor, dan di Lampung sudah keliatan. Para pelaku judi online, para pelaku penyelundup, para bandar narkoba akan bergabung untuk membiayai. Dan saya nyatakan itu pasti bergabung,” ujar Said dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV.
Atas dasar itu, Said Didu mengingatkan Presiden Prabowo agar berhati-hati dalam menghadapi dinamika politik yang menurutnya tengah berkembang.
“Prabowo harus berhati-hati,” ucap Said Didu.







