Koma.id – Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR, mengatakan peradaban demokrasi sangat bergantung pada cara berkompetisi dan amunisi yang dipertarungkan.
Apabila kualitas peradaban demokrasi ingin baik, berkualitas, mkan amunisiyang ditempurkan, isunya, wacananya, narasinya harus bebasis pada politik kinerja dan juga politik gagasan.
“Tapi kalau mengalami degradasi kemerosotan demkokrasi kita kalau menggunakan politik identitas. Biasanya, kalau melemahnya politik gagasan ataupun kinerja itu karena calon tidak memiliki kemampuan gagasan yang kuat kemudian direproduksi oleh timnya dan seterusnya,” kata Hanta Yuda di kanal YouTube Metrotvnews, dikutip Sabtu (8/10/2022).
Calon pemimpin yang kerap mengedapan gagasan politik identitas dalam setiap kontetasi politiknya akan sangat berbahaya lantara yang diunggulkan bukan lagi gagasan yang berbasis pada kinerja ataupun prestasi.
“Dan Bahayanya tentu kita akan terpilihnya pemimpin yang bukan berbasis tadi kalau ternyata yang memainkan isu itu menang. Bukan berbasis pada kinerja yang harus dibedah bukan gagasan atau visi misi programnya yang harus dibedah,” tegas Hanta Yuda.
Hanta Yuda menegaskan, politik identitas sudah pasti akan berdampak pada runtuhnya persatuan dan harmonisasi nasional serta rumah kebangsaan Indonesia yang berbagai macam suku, ras dan agama.
“Dan dalam pelaksanaanya, (politik identitas) berbahaya juga akan merusak harmoni nasional kita, persatuan kita. Nah itu akan roboh bangunan kebangsaan kita, saya kira kalau politik identitas ini yang dikedepankan,” ujarnya.
“Kita kan sedang memilih pemimpin yang berbasis pada prestasi, kinerja. Nah saya kira berbahaya baik dalam level kandidasi dalam pencalonan, dalam tahapan pemilihan maupun dalam tahapan nanti setelah terpilih,” tandas dia.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2022).
Dalam pernyataannya, Habib Rizieq Shihab juga mengajak jamaahnya untuk bersiap kembali berjuang dalam mensukseskan Anies Baswedan.
“Senang tidak dapat pemimpin bagus, adil, berani? Senang tidak dapat pemimpin yang melawan oligarki?,” kata Rizieq.
“Senang,” jawab jemaah.
“Siap punya pemimpin yang berani melawan oligarki?,” tanya Rizieq lagi.
“Siap,” jawab jemaah.







