Koma.id – Youtuber sekagilus pegiat media sosial, Denny Siregar, menyatakan bahwa sosok Anies Baswedan adalah ‘Bapak Politik Identitas Indonesia’. Hal ini diungkapkan Denny Siregar melalui kanal YouTube Cokro TV yang dikutip Sabtu (8/10/2022).
Denny Siregar menegaskan, Pildaka DKI tahun 2017 adalah luka terdalam dalam catatan demokrasi Indonesia sejak reformasi. Masyarakat dibenturkan hanya demi kekuasaan belaka.
Klaim Batalyon Teritorial Buat Tekan Begal, Netizen ke Menhan Sjafrie: “ Woi Bukan Tugasnya Pak”
“Tahun 2017 lalu waktu pemilihan gubernur itu memang tahun politik yang membawa luka paling dalam karena warga jakarta seperti dibenturkan hanya karena kekuasaan. Dan Anies memang karena menggunakan masjid-masjid sebagai benteng penyerangan untuk memenangkan pertandingan,” kata Denny Siregar.
Bukan hanya orang dewasa, kata Denny Siregar, juga banyak anak-anak kecil turut dilibatkan dalam politik provokasi dan kebencian guna memusuhi lawan dan perbedaan pilihan.
“Anak-anak kecil juga diprovokasi dengan nada kebencian untuk memusuhi lawan. Gerakan pengusiran terhadap sesama warga bahkan pada waktu salat Jumat terjadi hanya karena beda pilihan bahkan yang meninggal pun tidak disalatkan karena enggak sesuai dengan keinginan,” bebernya.
Tak hanya itu, ditegaskan dia, gerakan demo besar juga dikoordinasi atas nama agama sekaligus digunakan sebagai ajang untuk menggoyang kekuasaan.
“Kalau kita mau flashback pada tahun 2027 lalu, kita bersyukur kepada Tuhan tidak terjadi sesuatu yang mengerikan meski situasi dan kondisi pada waktu itu sangat memungkinkan. Bahkan, disaat kemenangannya pun Anies Baswedan dengan entengnya bicara bahwa ini adalah kemenangan pribumi. Sebuah label yang dia jahit untuk semakin meruncingkan perbedaan,” ujar Denny.
“Itulah kenapa gelar bapak politik identitas Indonesia begitu melekat kepadanya meski ia mencoba mencuci tangan dengan selalu bicara keragaman. Orang sudah banyak yang paham bahwa itu semua hanya jualan. Untung saja pemerintah pusat masih peduli pada situasi itu sehingga biang kerok yang mengatasnamakan agama dipenjarakan untuk memutus mata rantai kebencian yang sudah hampir mengakar,” tandasnya.












