Koma.id – Partai Buruh dan serikat buruh mengancam bakal menggelar aksi tolak kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) secara serentak 6 September 2022 mendatang. Demikian ditegaskan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.
Aksi unjuk rasa akan dipusatkan di dua titik. Yakni gedung DPR dan di kantor gubernur daerah masing-masing.
“Aksi ini akan diikuti puluhan ribu buruh. Untuk di DPR RI masa aksi berjumlah hampir 5 ribu buruh masa aksi pada tanggal 6 September akan berunjuk rasa di DPR RI. Sedangkan ribuan buruh lainnya berunjuk rasa di kantor gubernur,” kata Said dalam konferensi pers secara virtual daring, Selasa (30/8/2022).
Ia mengatakan, ada tiga isu yang diangkat dalam aksi tersebut. Pertama menolak rencana kenaikkan harga BBM. Kedua, menolak pengesahan omnibus law cipta kerja. Ketiga, buruh dinaikkan upah buruh tahun 2023 sebesar 10 hingga 13 persen.
“Alasan pertama kenaikkan harga BBM yang direncanakan 30 persen khususnya BBM bersubsidi pertalite menjadi 10 persen mengakibatkan daya beli buruh dan masyarakat kecil akan menurun drastis,” pungkasnya.













