Koma.id – Direktur Program Rumah Milenial Indonesia (RMI), Samuel memuji Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pasalnya mantan Kabareskrim Polri itu, sangat tegas dan transparan mengusut kasus penembakan Brigadir J.
Mulai dari penetapan tersangka Bharada E, lalu pemeriksaan secara intensif terhadap 25 personel mulai dari perwira tinggi hingga tamtama lantaran diduga tidak profesional dalam menangani perkara kematian Brigadir J.
Teranyar 15 anggota Polri langsung dimutasi, termasuk Irjen Ferdy Sambo.
Kapolri Tanggapi Seruan Reformasi Jilid II, Minta Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Tertib
“Awalnya publik protes soal tak ada tersangka, sekarang Bharada E sudah tersangka. Ferdy Sambo juga sudah di mutasi. Kapolri benar-benar mendengarkan aspirasi rakyat. Mantap, keluhan rakyat dianggap logis langsung di eksekusi dengan cepat dan tegas,” ucap Samuel kepada Koma.id, Jumat (5/8/2022).
Merujuk dari langkah sistematis Kapolri yang sedang berproses, RMI menyakini bahwa pengungkapan kasus ini bakal terang benderang dan terus berlanjut.
Bahkan pihak-pihak yang diduga terlibat di balik kasus kematian Brigadir J bisa terungkap dan ditangkap.
“Kami percaya kasus ini bakal dituntaskan Pak Kapolri secara transparan dan adil. Kita harap semua bersabar menunggu, karena tim khusus sedang bekerja,” ucap Samuel.
Irjen Pol Ferdy Sambo Cs Dimutasi
Sebelumnya diberitakan, Kadiv Propam Polri nonaktif, Irjen Pol Ferdy Sambo dimutasi menjadi Pati Yanma Polri. Posisi Sambo diganti oleh Irjen Pol Syahardiantono yang sebelumnya menjabat Wakabareskrim.
Keputusan itu tertuang dalam surat telegram Kapolri nomor 1628/VIII/KEP/2022 tanggal 4 agustus 2022.
Karopaminal Divpropam Polri nonaktif Brigjen Hendra Kurniawan pun dimutasi menjadi Pati Yanma Polri. Karo Waprov Divpropam Polri, Brigjen Anggoro Sukartono menggantikan posisi Hendra.
Lalu Brigjen Benny Ali, sebelumnya Karo Provos Divpropam Polri ikut dimutasi menjadi Pati Yanma Polri. Penggantinya dijabat oleh Kabag Yanduan Divpropam Polri, Kombes Gugu Setiono.













