Koma.id – Seiring langkah PT Pertamina memperkenalkan aplikasi MyPertamina, muncul pula aplikasi MyPertamina palsu. Dalam hal ini masyarakat diminta untuk waspada agar diidak terjebak dengan aplikasi MyPertamina yang palsu.
Pertamina menyebut menemukan aplikasi MyPertamina versi tidak resmi. Hal ini disampaikan melalui salah satu unggahan pada akun media sosial resminya, sekaligus sebagai cara mereka untuk mengedukasi masyarakat.
Dalam unggahan tersebut, Pertamina mengedukasi pengguna agar dapat membedakan aplikasi MyPertamina asli dan palsu. Salah satunya yaitu bahwa aplikasi MyPertamina resmi hanya dapat diunduh dan diinstal dari Google Play Store dan App Store.
Aplikasi yang diunduh dari selain dua toko aplikasi tersebut dipastikan bukanlah aplikasi MyPertamina resmi yang dibuat dan ditawarkan oleh PT Pertamina (Persero). Pengguna smartphone hanya perlu mengetik MyPertamina pada kolom pencarian Google Play Store atau App Store.
Berikut ciri-ciri aplikasi MyPertamina yang asli dan Palsu.
Ciri-ciri aplikasi MyPertamina asli
Dalam informasi unggahannya, aplikasi MyPertamina yang asli dapat dikenali dari cara mengunduh aplikasi tersebut. MyPertamina asli hanyalah bisa diunduh dari Play Store dan Appstore.
Sebelum penerapan uji coba pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar dilakukan, aplikasi MyPertamina sudah tersedia di Play Store dan Appsore. Dengan aplikasi ini, pembayaran pembelian BBM bisa dilakukan secara cashless/non-tunai.
Ciri-ciri aplikasi MyPertamina palsu
Sebaliknya, ciri aplikasi MyPertamina yang palsu adalah aplikasi tersebut diunduh bukan melalui PlayStore atau App Store.
Saat ini, Pertamina menyebutkan terdapat tautan tidak resmi yang menyediakan aplikasi MyPertamina. Tautan ini menjadi ciri-ciri utama bahwa aplikasi MyPertamina tersebut adalah palsu.
Adapun tautan tersebut yaitu: https://apkboat.com/en/my-pertamina-app.
Artinya, aplikasi MyPertamina yang diunduh melalui https://apkboat.com/en/my-pertamina-app adalah palsu.
Mengunduh aplikasi MyPertamina melalui tautan tersebut dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat, seperti terjerat modus penipuan atau penggunaan data identitas diri yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.












