Koma.id – Kapolri Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo mengingatkan sebentar lagi Bangsa Indonesia akan masuk pada situasi pemilu tepatnya pada tahun 2024. Untuk itu penting adanya kesadaran bersama guna mencegah menjamur kembalinya polarisasi seperti pada pemilu 2019.
Pasalnya produk polarisasi kala itu,telah melahirkan kebencian tak menentu antar sesama anak bangsa, hanya karena berbeda pandangan politik.
“Kita tahu pada pemilu di tahun 2019 menyisakan polarisasi, menciptakan kebencian, dan sampai saat ini masih kita rasakan,” kata Kapolri saat menghadiri acara launching ‘Rumah Kebangsaan’ di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2022).
Indonesia yang jaman dahulu, lanjut Kapolri, dikenal sebagai negara yang toleran dan ramah, kini situasinya sangat mengkhawatirkan akibat dampak polarisasi 2019.
Bahkan, saudara yang tadinya bagian dari keluarga tidak saling menyapa, tetangga dengan tetangga yang biasanya menjalin hubungan silaturahmi, saat ini bertemu berpaling muka karena beda pandangan politik.
Heboh “Sale Indonesia” hingga “Buang Rupiah”, Haris Moti: Tidak Membangun Kedaulatan Bangsa
Pertanyaannya, lanjut Kapolri, apakah kita mau biarkan hal itu terus berlarut? Untuk itu pada 2024 nanti Kapolri berharap seluruh elemen masyarakat untuk aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan di atas segalanya walau berbeda pandangan politik.
“Memilih pemimpin nasional harus dengan cara-cara yang baik, adu program dengan masyarakat, kemudian percaya dengan memilih,” tutup Kapolri.









