Koma.id – Hubungan antara Gubernur Kepulauan Riau, Anshar Ahmad, dan Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Kota Batam, Muhammad Rudi memanas. Hal ini buntut dari beredarnya video yang menuding Pemerintah Provinsi Kepri terlibat dalam kerusuhan di Rempang.
Gubernur Kepri, Anshar Ahmad, merasa kecewa dan mengajak Kepala BP Batam untuk lebih fokus pada realisasi investasi dan menangani konflik di Pulau Rempang.
“Saya terus terang merasa kecewa ketika kepala BP Batam (Rudi) berpidato berapi-api menyampaikan bahwa Provinsi Kepri menjadi penyebab demo Rempang,” kata Anshar Ahmad saat konferensi pers di Hotel Aston.
Anshar Ahmad menekankan bahwa tudingan terhadap lembaga atau pihak tertentu harus didukung oleh bukti konkret dan klarifikasi yang jelas tentang keterlibatan Provinsi Kepri.
“Menuduh lembaga harus ada bukti-bukti dan kejelasan keterlibatan provinsi,” kata Anshar Ahmad.
Dalam konteks kerusuhan yang terjadi selama aksi di kantor BP Batam, Gubernur Anshar dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada unsur Pemprov Kepri yang terlibat, termasuk dalam konteks kelembagaan.
Menyikapi situasi yang semakin memanas sehubungan dengan kasus Rempang, ia menyarankan agar keluarga dan pejabat Pemprov tidak campur tangan, mengingat situasinya yang sangat sensitif.
“Saya sudah sampaikan kemarin, mari fokus selesaikan masalah Rempang dengan baik. Kita justru jauh lebih penting mengejar investasi ini,” kata Ansar.












