Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

SBY Tuding Pemilu 2024 Tidak Jujur dan Adil, Pengamat Politik: Bukan negarawan

×

SBY Tuding Pemilu 2024 Tidak Jujur dan Adil, Pengamat Politik: Bukan negarawan

Sebarkan artikel ini
SBY Tuding Pemilu 2024 Tidak Jujur dan Adil, Pengamat Politik: Bukan negarawan

Koma.id Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang pemilu 2024 tidak jujur dan tidak adil merupakan pernyataan yang tendensius terhadap pemerintahan saat ini.

Hal ini sebagaimana ditegaskan Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS dalam keterangannya dikutip Sabtu, 24 September 2022.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Fernando EMaS, pernyataan SBY yang dimaksud merupakan pernyataan yang cenderung tendensius serta meragukan independensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Semakin menunjukkan bahwa bukanlah seorang negarawan walaupun pernah menjadi Presiden selama dua periode dan sampai saat ini masih menikmati fasilitas dari negara,” ujar alumni Universitas Indonesia ini.

Ditegaskan Fernando EMaS, pernyataan SBY sebagai salah satu bentuk provokasi politik yang dapat berdampak pada ketidakpercayaan kepada pemerintah dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang.

“Ungkapan SBY tersebut yang disampaikan dihadapan para kader Partai Demokrat merupakan pernyataan yang provokatif dan dapat menimbulkan ketidakpercayaan peserta pemilu terhadap pemerintah dan penyelenggara pemilu,” tegasnya.

Pengamat politik ini menduga manuver politik yang dilancarkan oleh Presiden Indonesia ke-6 itu sebagai upaya menekan pemerintah terkait hasil kasasi Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Sibolangit, beberapa waktu yang lalu.

“Jangan-jangan SBY ingin menekan pemerintah agar hasil Kasasi Kongres Luar Biasa di Sibolangit tidak berpihak pada Moeldoko,” ungkapnya.

“Apakah SBY lupa, kalau para hakim agung memutuskan perkara dilakukan independen tanpa bisa dipengaruhi oleh pihak manapun termasuk oleh pemerintah,” tambahnya.

AHY tak dilirik partai lain

Di sisi lain, Fernando EMaS menganalisis bahwa manuver politik SBY dalam rapimnas Demokrat itu lantaran figur AHY belum dapat dilirik oleh partai politik laur agar dapat diusung sebagai calon presiden di 2024 mendatang.

“Atau, SBY sadar kalau Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak dilirik oleh partai politik lainnya untuk diusung pada pilpres 2024 sehingga perlu mencari ‘kambing hitam’ atas kembali gagalnya AHY ikut pilpres seperti tahun 2019 yang lalu,” jelasnya.

Selain itu, Fernando EMaS menyarankan agar SBY tidak terus berselancar di ranah politik dengab pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan kontroversi.

“Sudah saatnya SBY untuk menikmati hari tuanya tanpa membuat komentar yang dapat membuat gaduh dengan menikmati fasilitas yang masih diberikan negara,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.