Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

SBY Ingatkan Politisi Harus Utamakan Negara, Sebut Indonesia Emas 2045 Bisa Jadi Ilusi

×

SBY Ingatkan Politisi Harus Utamakan Negara, Sebut Indonesia Emas 2045 Bisa Jadi Ilusi

Sebarkan artikel ini
Img 20260407 Wa0003
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan para politisi agar menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan partai politik. Menurutnya, seorang negarawan harus mampu berpikir jauh ke depan, tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek.

Pesan tersebut disampaikan SBY saat memberikan orasi ilmiah dalam kegiatan Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Rabu (14/10/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

SBY mengatakan, wajar bagi politisi untuk memikirkan peluang terpilih kembali dalam pemilihan umum. Namun, ia menilai seorang negarawan harus memiliki perspektif lebih luas dengan memprioritaskan masa depan bangsa.

“Politisi biasanya yang dipikirkan pemilu berikutnya lagi, betul? Kalau gubernur, bupati, wali kota, presiden, semoga terpilih kembali, itu sah, tidak salah,” kata SBY.

Ia kemudian menegaskan bahwa kepentingan negara tidak boleh ditempatkan di bawah kepentingan partai politik.

“Negarawan harus memikirkan masa yang jauh ke depan. Country over party, negara di atas partai politik. Country first. Jangan dibalik. Jangan partai politik yang diutamakan, negaranya belakangan,” tegasnya.

SBY Soroti Target Indonesia Emas 2045

Dalam kesempatan tersebut, SBY juga menyoroti visi Indonesia Emas 2045. Ia mengingatkan bahwa target menjadi negara maju harus disusun berdasarkan perhitungan yang realistis, termasuk mempertimbangkan sumber daya, waktu, dan kondisi perkembangan bangsa.

SBY mengaku cenderung berhati-hati dalam menyikapi target tersebut. Menurutnya, visi besar harus disertai perencanaan yang matang dan kerja keras agar dapat diwujudkan.

Ia menekankan, tujuan pembangunan harus realistis dan dapat dicapai dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia serta tahapan waktu yang diperlukan.

“Kalau menetapkan goal, tujuan, itu harus diyakini realistis dan doable dan achievable. Harus dihitung timeline yang ada, resources kita seperti apa, sejarah perkembangan negara kita seperti apa,” ujarnya.

SBY mengingatkan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud apabila bangsa ini gagal menjalankan transformasi besar di berbagai bidang.

“Kalau kita gagal bertransformasi, Indonesia Emas 2045 itu ilusi,” katanya.

Pemimpin Diminta Belajar dari Sejarah

SBY turut mengingatkan pentingnya pemahaman sejarah bagi para pemimpin. Menurutnya, sejarah dapat menjadi pelajaran agar kesalahan masa lalu tidak kembali terulang.

“Pemimpin yang tidak mengenal sejarah tends to repeat the mistake of history. Sehingga siapa pun, pemimpin mana pun, pahami sejarah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya institusi dan tata kelola negara dalam menentukan keberhasilan suatu bangsa.

Menurut SBY, cita-cita Indonesia menjadi negara maju membutuhkan integritas penyelenggara negara, kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan, serta kemampuan menjalankan perubahan secara konsisten.

Ia menegaskan, pembangunan nasional tidak cukup hanya mengandalkan visi, tetapi harus disertai langkah konkret dan tata kelola yang mampu memastikan tujuan tersebut tercapai.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.