Koma.id – Angin puting beliung mengamuk di Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Senin (29/12) siang, menyebabkan kerusakan puluhan rumah warga dan fenomena yang jarang terjadi; bagian bangkai pesawat bekas terangkat angin dan menghantam permukiman warga.
Kepala Desa Pondok Udik M. Sutisna mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, saat angin puting beliung tiba-tiba muncul di tengah hujan deras dan angin kencang. “Bangkai pesawat itu terbang sekitar 300 meter dan menimpa rumah warga kami,” ujarnya.
Material Pesawat Terbawa Angin
Gempa Susulan di NTT Capai 7.492 Kejadian
Menurut Sutisna, bagian pesawat yang terbawa angin merupakan potongan sayap yang berada di sekitar gudang penampungan pesawat bekas atau yang sering disebut “kuburan pesawat”. Material logam pesawat tersebut melayang ke area pemukiman dan menghantam bangunan warga, termasuk dua rumah yang mengalami kerusakan berat akibat tertimpa puing tersebut.
Warga setempat, seperti Yani (43), mengaku panik melihat angin yang berputar sangat kencang sebelum material pesawat menghantam rumah mereka. “Saya baru keluar setelah dengar suara dentuman, kemudian melihat sayap pesawat sudah berada di depan rumah,” kata Yani.
ZERO CURANMOR & ZERO WASTE! Bang Jali Bongkar Pilar 3 dan 4 di Hadapan Juri Jakarta Innovation Award
Dampak Kerusakan
Dampak puting beliung tersebut cukup signifikan. Data awal dari pemerintah desa dan BPBD menunjukkan sekitar 30 rumah warga rusak akibat terjangan angin dan tertimpa material pesawat. Kerusakan meliputi atap dan dinding yang roboh hingga rumah yang sebagian hancur total.
Meski demikian, Sutisna memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam kejadian ini. “Alhamdulillah semua warga berada dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Evakuasi dan Penanganan
Proses evakuasi puing pesawat masih berlangsung dan melibatkan koordinasi antara pemerintah desa, BPBD Kabupaten Bogor, pihak kepolisian, serta pemilik penampungan pesawat bekas. Upaya ini termasuk persiapan alat berat (crane) untuk mengangkat material pesawat yang tersangkut di atap rumah warga.
Selain dampak pada rumah warga, puting beliung juga mengakibatkan pohon tumbang, seng-seng atap beterbangan, serta kerusakan pada warung dan bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Koordinasi Penanggulangan Bencana
Pemerintah desa bekerja sama dengan unsur Muspika, BPBD Kabupaten Bogor, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas telah diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat serta pendataan lanjutan terhadap rumah terdampak dan kebutuhan warga.














