Koma.id, Jakarta – Dugaan aksi pemerasan yang dilakukan aparat Kepolisian Indonesia ketika gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 ramai menjadi perbincangan warganet. Tak hanya viral di Indonesia, kasus ini ramai hingga negara tetangga, Malaysia.
Pasalnya, dugaan pemerasan tersebut dilakukan terhadap Warga Negara Malaysia. Ihwal aksi pemerasan ini ramai diperbincangkan setelah akun X @/Twt_Rave.
Polda Metro Jaya Sebut Perusakan Fasilitas Umum Demo 27 Agustus Dilakukan Kelompok Perusuh
Akun tersebut mencuitkan adanya sejumlah penonton yang ditangkap oleh petugas Kepolisian Indonesia dengan tudingan menggunakan obat-obatan terlarang saat konser berlangsung.
Meski hasil cek urin dinyatakan negatif, akun itu menyebut, petugas tetap meminta uang kepada mereka apabila ingin dibebaskan. Adapun uang tebusan yang dikeluarkan oleh mereka RM 90-200 ribu.
Menanggapi informasi viral tersebut, pihak kepolisan menyatakan sedang menindaklanjuti informasi tersebut. Proses itu kini dilakukan oleh Propam Polda Metro Jaya dan Polri.
Sedangkan pihak DWP tengah bekerjasama dengan pemerintah untuk menyelidiki insiden ini dan menekankan tidak akan terjadi lagi di tahun yang akan datang. Bahkan mereka tengah menyelidiki secara menyeluruh apa yang terjadi dan memastikan langkah-langkah konkret diterapkan untuk mencegah insiden semacam ini terjadi lagi.













